Perasaan dan Penglihatan Dalam
Meditasi
(dikutip dari buku "Meditasi Bagian 1 -
oleh: Wisnu Prakasa")
P
ada tahap awal meditasi, banyak yang mulai merasakan
adanya perasaan dan penglihatan yang tidak diketahui penyebabnya dan juga tidak
dapat dijelaskan dengan akal sehat. Ada yang mulai merasakan kehadiran mahluk
lain walau tidak terlihat. Ada yang merasa seperti melihat berbagai kilatan
cahaya. Ada yang merasa melihat sesuatu, dan kadang merasa melihat mahluk alam
lain. Sebagian besar sumber penyebab timbulnya
perasaan dan penglihatan yang demikian adalah keadaan alamiah tubuh kita yang
belum terbiasa, atau karena adanya ganguan pernafasan dan peredaran darah.
Dimana berbagai gambaran penglihatan dan perasaan yang timbul sebenarnya berasal
dari perubahan arus hawa Chi (arus Im-Yang) di dalam tubuh kita sendiri.
Pada pembinaan meditasi, kadang kita secara
sadar atau tidak telah merubah irama pernafasan, sehingga hal ini akan
mempengaruhi jumlah oksigen yang terserap dan mempengaruhi arus peredaran enegi
Chi di dalam tubuh. Bila pernafasan tidak lagi teratur secara alamiah, maka
jumlah oksigen didalam darah akan berkurang. Hal ini dapat menimbulkan
penglihatan dan perasaan tersebut.
Bagaikan seseorang yang menaiki puncak gunung
yang tinggi. Ketika oksigen di puncak gunung jauh berkurang, biasanya mereka
mulai merasakan seperti ada mahluk lain disekitarnya walau tidak tampak. Bahkan
bila oksigen semakin sedikit, mereka mulai merasakan penglihatan-penglihatan
yang lebih aneh lagi. Bagi mereka yang tidak memahaminya, akan tetap mengatakan
bahwa apa yang mereka rasakan dan lihat adalah nyata. Saya dapat katakan bahwa
hal ini ada benarnya juga, karena memang otak mereka benar-benar menterjemahkan
secara nyata.
Kejadian ini adalah kejadian alamiah, dan hal
ini yang dapat menjelaskan keadaan seseorang disaat menjelang kematiannya.
Jangan heran bila mereka yang hampir meninggal akan merasakan adanya saudara
atau teman mereka yang telah almarhum datang mengunjungi mereka. dapat melihat
adanya mahluk lain disekitarnya. Semua ini disebabkan oleh otak mereka yang
telah berkurang mendapatkan oksigen dan akhirnya menterjemahkan keadaan yang
demikian.
Timbulnya perubahan hawa dan nafas yang
drastis disaat bermeditasi, dapat mempengaruhi gelombang otak dan syaraf mata
kita. Penglihatan seperti ini akan banyak dialami pada tahap awal meditasi. Saya
juga mengingatkan bahwa segala cara untuk menghilangkan timbulnya gambaran dalam
tahap awal meditasi akan sia-sia, gambaran ini akan hilang dengan sendirinya
sejalan dengan semakin seringnya membina meditasi.
Yang terpenting, jangan kita terbawa dengan
perasaan dan penglihatan yang bersumber dari keadaan otak kita. Semakin kita
terbawa dengan keadaan ini, maka semakin kuat kemelekatan kita akan hal-hal yang
demikian. Sehingga semakin sulit untuk mencapai pembinaan meditasi yang baik dan
benar.
Bila kendala ini terus berlangsung, carilah
seorang guru meditasi yang telah berpengalaman. Dengan bimbingan guru secara
langsung, anda dapat memperbaiki pembinaan meditasi dengan lebih baik dan
sempurna. Setelah dapat bermeditasi dengan baik, maka anda akan dapat kembali
bernafas secara alamiah tanpa merasa adanya paksaan irama nafas atau gangguan
lainnya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —