Meditasi Pernafasan dan Sakit
Kepala
(dikutip dari buku "Meditasi Bagian 1 -
oleh: Wisnu Prakasa")
Banyak para guru dan master yang pada
awalnya menekankan pada meditasi yang memperhatikan keluar masuknya udara, dan
ada pula yang mengajarkan cara mengatur irama nafas yang masuk maupun yang
keluar. Berbagai macam teknik dan cara meditasi dengan menfokus pada pernafasan
telah banyak diajarkan oleh para guru meditasi.
Saya juga mengakui kebenarannya bahwa mereka
yang dapat menguasai pernafasannya tentu dapat lebih mudah menguasai emosinya
dan pikirannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan nyata didalam kehidupan
sehari-hari. Dimana mereka yang emosi amarahnya sedang meluap-luap, tanpa
disadari nafas mereka akan semakin kuat dan cepat dari normalnya dan denyut
jantungnya semakin cepat. Lihatlah mereka yang sehabis marah besar, pasti akan
merasa capai sekali.
Banyak pula yang menjalankan pembinaan
meditasi dengan menggunakan pernafasan. Baik dengan cara memperhatikan
keluar-masuknya udara, memperlambat pernafasan, memperhalus pernafasan,
mengucapan sylabel atau mantra dengan nada panjang, dsb. Begitu banyak macam
meditasi yang menggunakan teknik pernafasan, tetapi masih banyak pembina yang
merasakan kesulitan dalam pembinaan meditasi pernafasan.
Salah satu masalah terbesar bagi mereka yang
menjalankan meditasi dengan teknik pernafasan, mereka merasa kesulitan untuk
mengikuti irama nafas secara alamiah. Bagi mereka yang masih mengalami hambatan
ini, walaupun telah lama membina meditasi. Saya sarankan untuk meminta petunjuk
langsung pada guru meditasi masing-masing.
Bila kendala pernafasan ini berkelanjutan
terlalu lama, akhirnya akan berdampak kurang baik bagi kesehatan. Dimana
perubahan nafas yang tidak teratur akan dapat mengacaukan arus energi chi
didalam tubuh, sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit terutama sakit
kepala, sesak nafas, hingga dampak yang lebih parah lagi seperti penyakit
jantung dan darah tinggi.
Mereka yang mulai merasakan sakit kepada setelah
bermeditasi sebaiknya juga berkonsultasi ke dokter untuk mencegah hal-hal yang
tidak diinginkan dari perubahan nafas yang salah. Jangan sampai irama pernafasan
kita terganggu terlalu lama, s
ehingga oksigen
tidak lagi mencukupi hingga ke otak.— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —