Mata Buram Sehabis Meditasi
(dikutip dari buku "Meditasi Bagian 1 -
oleh: Wisnu Prakasa")
Saya banyak bertemu dan
diundang oleh berbagai pembina meditasi dari berbagai aliran hingga yang belajar
sendiri. Hal ini membuktikan, masih banyak para mahluk yang telah memahami dan
mengetahui pentingnya menjalankan pembinaan meditasi. Di saat bertemu saya, saya
banyak ditanyakan tentang keluhan akan matanya yang terasa buram beberapa menit
setelah bermeditasi.
Para pembina meditasi yang
mengalami keburaman mata ini biasanya disebabkan oleh otot mata yang masih
tegang. Walaupun telah menutupkan mata, tetapi sebenarnya mata mereka ini masih
memfokus didalam kegelapan. Demikian pula dengan mereka yang menjalankan
meditasi dengan membuka mata, dimana mata mereka masih memfokus pada apa yang
dilihatnya. Hal ini membuat otot mata mereka menjadi sedikit tegang, sehingga
secara tidak sadar mereka belum dapat rileks sepenuhnya.
Untuk mengatasi mata yang
buram sehabis meditasi, maka kita harus berusaha membuat mata kita se-rileks
mungkin. Walau bermeditasi dengan menutup atau membuka mata,
* Siapkan air bersih
semangkok, dan handuk bersih.
Tahap I: Mengendurkan otot mata
Buka mata anda lebar-lebar,
dan tahan selama 5-10 detik.
Tutup mata kencang-kencang, dan tahan selama
5-10 detik.
Kedua bola mata lihat ke atas, dan tahan selama
5-10 detik.
Kedua bola mata lihat ke bawah, dan tahan selama
5-10 detik.
Kedua bola mata lihat ke kanan, dan tahan selama
5-10 detik.
Kedua bola mata lihat ke kiri, dan tahan selama
5-10 detik.
Putar bola mata searah jarum jam sebanyak 3x.
Putar bola mata kebalikan arah jarum jam sebanyak 3x.
Lakukan Tahap I ini sedikitnya 3 kali.
Kemudian lanjutkan dengan Tahap II:
Bagi yang membina meditasi dengan mata setengah terbuka, lanjut ke Tahap II-A.
Bagi yang membina meditasi dengan mata tertutup, lanjut ke Tahap II-B.
Tahap
II-A: Bagi pembina meditasi dengan mata setengah terbuka.
Rentangkan tangan
kedepan, dengan jari menunjuk ke atas.
Mata lihat ke-jari-jari
tangan sekitar 15 detik.
Turunkan kelopak mata bagian atas perlahan-lahan sekali, dan biji mata ikut
turun dengan perlahan-lahan sekali mengikuti kelopak mata yang mulai mengecil.
Bila telah merasakan kelopak mata menjadi ringan dan tanpa tekanan tenaga. Lalu biarkan
posisi kelopak mata di posisi ini, se-rileksnya.
(Sebagai pedoman bagi pemula,
biasanya anda akan merasakannya diposisi ketika tidak dapat lagi melihat
jari-jari tangan didepan, tetapi masih bisa melihat bayangan siku dan lengan
tangan.)
Rasakan mata dan kelopak mata
se-rileks mungkin, kemudian turunkan tangan, sesuai dengan posisi meditasi anda. Pertahankan keadaan ini,
dimana mata antara tutup dan buka, dan atur nafas perlahan-lahan.
Tahap II-B: Bagi pembina meditasi dengan mata tertutup.
Rentangkan tangan
kedepan, dengan jari menunjuk ke atas.
Mata lihat ke-jari-jari
tangan selama 10 detik.
Turunkan kelopak mata bagian
atas perlahan-lahan sekali, dan biji mata ikut turun dengan perlahan sekali
mengikuti kelopak mata yang mulai mengecil. Ketika kelopak mata atas mulai
terasa menyentuh kelompak mata bawah, rasakan penyentuhan ini seperti kita
sedang menaruh kelopak mata atas di bagian atas kelopak mata bawah.
(Sebagai pedoman bagi pemula,
kita tidak merasakan kedua kelopak mata kita yang menyatu. Tetapi kita
hanya merasakan bulu mata kita yang menyatu atau lebih baik lagi bila kita tidak
merasakan tekanan apapun.)
Rasakan keadaan mata dan
kelopak mata se-rileks mungkin, kemudian turunkan tangan, sesuai dengan posisi
meditasi anda. Pertahankan keadaan ini,
dimana mata antara tutup dan buka, dan atur nafas perlahan-lahan.
Tahap III: Meditasi dan penyelesaian.
Lakukan cara meditasi yang di
jalankan.
Setelah selesai meditasi,
lakukan Tahap I sekali lagi.
Kemudian basahkan handuk dengan air, dan usapkan pada
wajah dan kedua mata.
Walau pengalaman saya yang
masih singkat ini, saya ingin membantu para pembina meditasi semaksimal mungkin.
Dimana saya melihat cukup banyak manusia yang benar-benar menjalankan pembinaan
meditasi, semoga pengalaman saya dapat bermanfaat.
Saya juga mengingatkan kepada
para pembina meditasi yang belajar sendiri, sebaiknya dibantu oleh seorang
pembimbing meditasi. Sehingga hal-hal efek dan kekurang sempurnaan dapat diatasi
dan diperkecil akibatnya, dan pencapaiannya dapat lebih pesat lagi.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —