Home
Back
Info Dharma
Galleria

Memasang Dupa
(dikutip dari buku "Tata Cara Ibadah  - oleh: Wisnu Prakasa")

Harum asap dupa mengirim kabar ke Langit (Thien),
Abu dupa membuka Gerbang Bumi (Ti),
Dupa yang tegak berdiri, bagaikan Manusia (Jen) yang memiliki kejernihan Kesadaran yang menghubungkan langit dan Bumi.
Akhirnya yang tertinggal adalah Kekosongan.
                                                ( Hua Lien, 1995 )

Asapnya membumbung tinggi ke LANGIT, membawa kabar segala doa dan puja-puji, yang akan terdengar keseluruh penjuru semesta alam.

Abu dupa memiliki makna BUMI. Dupa yang terbakar, abunya akan jatuh ke tanah (bumi) sedikit demi sedikit. Melambangkan usaha pembinaan kehidupan spiritual yang perlahan-lahan melepaskan segala kemelekatan gambaran pikiran.

Dupa sebagai perlambangan MANUSIA. Dupa akan terbakar sedikit demi sedikit hingga habis, bagaikan perjalanan pembinaan kehidupan spiritual manusia yang harus kembali kepada awal Kesadaran Sejati yang kosong, yaitu penyatuan yang tunggal pada Zat Yang Maha Esa.

Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya, adalah api yang digunakan pada awalnya untuk menyalakan dupa. Api ini melambangkan awal bimbingan dari mahluk suci, yang telah pada awalnya membuka jalan penerangan kepada para mahluk untuk mencapai Kesempurnaan Agung Sejati (Awal Kesadaran Sejati Yang Kosong). 

Bagi umat Tao, api ini dikenal sebagai Sinar Kemuliaan  yang melambangkan ajaran “Pembinaan Kesadaran Sejati” dan ajaran “Pembinaan Roh Sejati”. Kedua ajaran ini berasal dari Mahluk Suci Tanpa Batas Bunda Mulia Dewi Yauw Ce Cin Mu, dan merupakan jalan pencapaian yang pasti bagi para mahluk untuk mencapai Kesempurnaan Agung Sejati (Awal Kesadaran Sejati Yang Kosong).

Setiap jumlah dupa yang dipasang, juga memiliki makna dan perlambangan yang berbeda. Untuk ini saya memberikan sebagian makna dari jumlah dupa yang dipasang di altar.

  •  1 dupa, sebagai lambang Ketunggalan dari Yang Maha Esa. Digunakan untuk Thien Khong / Sang Hyang Adi Widdhi / Yang Maha Esa digunakan

  • 3 dupa, digunakan sebagai lambang pengundangan, permohonan, dan pemberkatan dari: Buddha, Bunda Mulia, Bodhisattva.

  • 5 dupa digunakan pada Bumipati, sebagai lambang: Penghormatan kepada awal 5 Bumipati pertama, dan lambang 5 unsur utama.

Masih ada jumlah pemasangan lainnya, seperti 7, 9, dan 12. Dan masih banyak makna-makna rahasia lainnya dari setiap dupa yang dipasang. Untuk menjaga silsilah yang saya pegang, saya tidak dapat mengungkapkannya secara umum. Semua ini demi kebaikan seluruh mahluk.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.