Alam Sadar Dan Alam Mimpi
(dikutip dari buku "Kesadaran Sejati Bagian 2
- oleh: Wisnu Prakasa")
Para mahluk yang telah membina kesadaran sejatinya tetap
jernih di alam sadar (alam kehidupan), maka kesadaran sejatinya akan tetap
jernih walaupun di alam mimpi. Kesadaran sejati mereka tidak lagi dapat
dipengaruhi walaupun di alam sadar maupun di alam mimpi, karena sebenarnya
alam sadar dan alam mimpi tidak lagi berbeda bagi kesadaran sejati yang
jernih.
Bagi mahluk yang tidak membina kesadaran sejati, di alam
sadar selalu terperdaya oleh gambaran keterikatan pikiran. Demikian pula
bilamana mereka bermimpi, di alam mimpinya mereka akan tetap dapat diperdaya
oleh gambaran keterikatan pikiran. Mereka selalu terperdaya oleh gambaran
keterikatan pikiran, karena segala kemelekatan di alam sadar akan terus
terbawa hingga di alam mimpi. Mereka telah terbiasa diperdaya oleh gambaran
pikirannya, kebiasaan ini telah menjadi suatu kemelekatan pikiran baik ketika
tersadarkan ataupun disaat bermimipi.
Adapula yang menganggap bahwa alam mimpi tidak nyata, karena waktunya tidak
lama. Dan alam sadar adalah nyata, karena waktunya panjang. Ketahuilah bahwa
kadangkala didalam mimpi, kita dapat melakukan sesuatu dengan sekejab, dimana
di alam sadar harus menyelesaikannya dalam beberapa hari. Bilamana kita dapat
memahami kedua alam ini tetap dengan kesadaran yang jernih, maka kedua alam
ini dapat kita hadapi tanpa harus mengadakan keterikatan dan ketergantungan
dengan apapun.