Kejutan Diawal Tidur
(dikutip dari buku "Kesadaran Sejati Bagian 2
- oleh: Wisnu Prakasa")
Disaat mulai tertidur, kadangkala kita dapat merasakan
suatu perubahan atau peralihan dari alam sadar kedalam alam tidur. Ada yang
menyebutnya sebagai keadaan 1/2 terbangun 1/2 tertidur, dan adapula yang
menyebutnya sebagai keadaan 1/2 terbangun 1/2 bermimpi. Keadaan ini terasa
bagaikan mulai bermimpi tetapi ikatan pikiran masih kuat mengetahui dan
merasakan.
Disaat permulaan memasuki keadaan ini, kadangkala dapat
merasakan kejutan-kejutan dalam tubuh sehingga membuat kaget dan terbangunkan
kembali. Adapula yang dapat merasakan perubahan keadaan dalam memasuki alam
mimpi, tetapi pikirannya masih kuat melekat. Dimana pikiran mereka akan
langsung menolak alam mimpi ini, sehingga tubuh mendadak terkejutkan dengan
kuatnya dan langsung terbangunkan kembali
Kejutan-kejutan yang timbul sesungguhnya merupakan dampak
dari proses pelepasan beberapa ikatan unsur roh yang mulai meringankan
ikatannya dengan tubuh kasar disaat memasuki keadaan tidur. Mereka yang
merasakan kejutan-kejutan tersebut karena pikiran masih dapat menyadari
peralihan dan pelepasan ikatan tubuh disaat roh meringankan atau melepaskan
ikatannya dengan tubuh kasar.
Disaat pikiran mereka mengetahuinya maka secara mendadak
menjadi takut dan terkejutkan dengan kerasnya. Kejutan yang keras timbul
didalam tubuh karena ikatan roh mendadak mengikat kembali dengan kencangnya
pada tubuh kasar.
Mereka yang membina Kesadaran Sejati dan telah
membangkitkan Roh Sejatinya, akan terbiasa dengan keadaan pelepasan ikatan roh
dengan tubuh kasar. Kejutan-kejutan diawal tidur ini selalu terjadi dan
merupakan suatu bagian dari proses alamiah yang harus dipahami dan diterima
dengan kesadaran yang jernih, tanpa harus terperdaya oleh rasa takut yang
timbul dari pikiran dan selalu menutupi kesadaran.
Bilamana rasa takut dari pikiran mulai timbul dan menolak
keadaan ini, maka timbul kejutan keras yang akan membangunkan. Kejadian ini
merupakan hal yang normal bagi mereka yang tidak membina kesadaran sejati dan
roh sejatinya. Inilah salah satu bukti nyata bagi mereka yang tidak membina
kesadarannya, dimana mereka selalu diperdaya oleh berbagai macam gambaran
ketakutan pikirannya.
Disaat menjelang kematiannya, para mahluk akan mengalami
kembali keadaan peralihan ini. Dimana proses pelepasan ikatan seluruh unsur
roh dengan badan kasar akan berlangsung satu persatu, dan mereka akan
mengalami perubahan keadaan ini. Bagi mereka yang tidak membina kesadaran
sejati dan roh sejatinya, maka akan timbul berbagai macam rasa takut yang
terus menerus karena kesadaran mereka tidak terlatih dan pikiran mereka tidak
dapat menerima perubahan keadaan ini.
Gambaran rasa takut dari pikiran mereka akan terus membayanginya, sehingga
proses pelepasan unsur roh dengan badan kasar menjadi terganggu. Hal ini yang
akan memperlambat dan mempersulit proses kematian mereka. Dimana rasa takut
untuk menghadapi kematiannya terus memperdaya kesadaran sejatinya, sehingga
akhirnya mereka akan terjebak dalam alam badan kasar dan alam roh. Inilah
neraka awal yang menakutkan bagi mereka yang tidak membina.