Dalam berbagai Sutra, banyak disebutkan
bahwa "Tidak ada yang abadi dan kekal".
Tetapi saya mengatakan bahwa hanya Tao
yang tidak pernah berubah. Karena Tao terbebaskan dari Ada dan Tiada.
Tao telah ada pada awalnya,
Tao masih ada pada tengahnya,
dan Tao tetap ada pada akhirhya.
Tao tidap pernah tercipta atau termusnahkan,
sehingga Tao terbebaskan dari Ada dan Tiada.
Maksud saya mengemukan hal yang demikian,
bukan untuk menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalam Sutra adalah salah.
Atau apa yang telah diungkapkan oleh para Master di masa lampau adalah salah.
Dan Juga bukan untuk berdebat dengan mereka yang hanya memahami sebatas dengan
kata-kata yang tertulis di dalam Sutra dan Kitab Suci saja.
Tetapi saya mengharapkan para mahluk untuk
lebih memahami dan membina intisari ajaran yang terkandung di dalam Sutra dan
Kitab Suci. Dengan membina kehidupan spiritual dengan giat dan tekun, hingga
mencapai tahap kejernihan Kesadaran Sejati. Kita akan dapat lebih memahami
intisari ajaran yang terkandung didalam sutra.
Bagaikan sebuah cermin
yang memantulkan berbagai gambar.
Tetapi bentuk dan alamiah cermin itu
tidak berubah sedikitpun.
Demikian alamiah Kesadaran Sejati
seperti sebuah cermin.
Para mahluk yang telah memahami
kejernihan Kesadaran Sejati.
Akan memahami alamiah Ketidak Abadian
dan Ketidak Kekalan.
Akan memahami alamiah Ada
dan Tiada yang sebenarnya.
Sehingga mereka akan memahami
alamiah Ketidak Berubahan dari Tao.
Inilah intisari akhir Kesadaran Sejati
dalam Pencapaian Tao
(Kesempunaan Agung Sejati).