Tujuan Tunggal
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
Spiritual Bagian X
- Wisnu Prakasa")
Berdasarkan bukti-bukti peninggalan dari para
Master yang membina ajaran Dharma Mulia dari Bunda Mulia. Sejak lampau hingga
sekarang, telah banyak ajaran Dharma Mulia yang telah diturunkan oleh Bunda
Mulia kepada para mahluk di alam penderitaan ini.
Banyaknya ajaran Dharma Mulia yang telah
diturunkan, menunjukan besarnya berkah kemulian yang tanpa batas dari Bunda
Mulia kepada para mahluk. Penurunan ajaran yang terus berkesinambungan dari masa
ke masa, berkembang mengikuti keadaan dan kondisi setiap masa. Perkembangan
ajaran Dharma Mulia bagaikan membentuk suatu rangkaian rantai yang sangat indah
dan saling berkaitan.
Selain itu, Bunda Mulia juga selalu mengutus
berbagai Mahluk Suci dari masa ke masa untuk membantu para mahluk lainnya agar
terbebaskan dari segala sumber penderitaan. Ajaran-ajarah para Master dan para
Mahluk Suci yang telah diutus oleh Bunda Mulia, masih dapat kita pelajari dari
hasil karya tulisan dan bukti-bukti peninggalan ajaran-ajaran mereka.
Bila kita mencoba memahami hasil-hasil karya
mereka yang ditulis berabad-abad yang lampau, kita masih dapat melihat betapa
tinggi dan indahnya kebenaran ajaran yang mereka sampaikan. Bahkan di zaman yang
modern ini, para mahluk masih sangat sulit untuk memahami dan mengungkapkan
makna yang sebenarnya. Keindahan dan kebenaran ajaran yang mereka sampaikan,
menunjukan kebesaran pencapaian spiritual mereka yang sangat luar biasa.
Walaupun berbagai cara dan pembinaan ajaran
Dharma Mulia yang telah diungkapkan oleh para Master dan Mahluk Suci, tetapi
semuanya memiliki satu tujuan yang tunggal. Satu kesatuan tujuan tunggal yang
mereka sampaikan adalah :
Pembinaan kehidupan
spiritual untuk membebaskan diri dari segala penderitaan dan sumber penderitaan,
hingga mencapai Kesempurnaan Agung Sejati dalam kehidupan ini.
Inilah intisari dari kebenaran dan keindahan dari pembinaan
ajaran Dharma Mulia yang telah disampaikan oleh para Master dan Makluk Suci dari
masa ke masa.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —