Tidak Takut Mati
(dikutip dari buku
"Kisah-Kasih Spiritual Bagian XIII : Wisnu Prakasa")
Sering kita mendengar perkataan “Saya tidak takut mati”, “Buat
apa ditakutin, paling juga mati”, “Mati, Siapa takut!”, dan masih banyak lagi
perkataan yang sejenisnya.
Semua ini tampaknya menganggap enteng arti kematian, kematian
dianggap suatu hal yang kecil bagaikan ingin pergi tidur saja.
Bila kita pahami lebih lanjut, memang kematian bukanlah suatu
hal yang patut kita takuti bilamana memang inilah pilihan terakhir yang kita
hadapi.
Kematian memang tidak perlu ditakuti, karena kita tidak perlu
khawatir akan kematian. Suatu saat nanti kematian sudah pasti akan datang dengan
sendirinya cepat atau lambat. Bahkan bilamana kematian tidak pernah datang
lagi, seharusnya kita harus lebih takut.
Bagaikan seorang anak muda yang berkata “Saya tidak takut
mati.”, tentunya bukan berarti dirinya tidak takut mati. Hal ini disebabkan
karena dirinya tidak mengetahui apa yang akan terjadi setelah kematiannya.
Keterbatasan pengetahuan akan apa yang akan dihadapi setelah kematian, membuat
dirinya menjadi nekat dan sembrono.
Bilamana beberapa detik sebelum kematiannya, satu malaikat
memberitahukan bahwa akan membawanya ke alam neraka, untuk mendapatkan siksaan
yang luar biasa sakitnya bahkan ribuan kali dari penderitaan yang dihadapinya.
Apakah dirinya masih menginginkan kematiannya saat itu juga ?
Selain itu banyak mahluk yang tidak takut akan kematiannya,
karena mereka sebenarnya takut untuk menghadapi penderitaan dan kenyataan
hidupnya. Hal ini sebenarnya untuk mentutupi rasa kecewa dan putus asa dalam
kehidupannya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —