Home
Back
Info Dharma
Galleria

Tempat Dupa
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 4 -  Wisnu Prakasa")

Seorang umat menceritakan bahwa tempat dupa di meja sembahyangnya setiap kali mengalami keanehan. Dimana bekas hio ditempat dupa tersebut selalu tampak berantakan seperti ada yang memainkannya. Bekas batang hio yang tersisa banyak yang terputus menjadi tiga bagian, dan batang-batang hio lainnya banyak pula yang tertanam hingga kedalam abu.

Pada awalnya umat ini berpikir adanya kemungkinan keponakannya kecilnya yang melakukan. Pada suatu kesempatan dimana dirinya baru saja bersembayang kejadian ini terulang kembali, sedangkan keponakan kecilnya tidak lagi tinggal bersamanya.

Lalu umat ini menanyakan kepada pembantu rumah-tangganya apakah ada yang memberantakan tempat dupanya. Pembantunya juga memberitahukan bahwa dirinya juga merasa heran bahwa bekas hio yang tersisa selalu terputus menjadi tiga bagian dan tampak ada yang menekannya hingga banyak yang berantakan hingga masuk kedalam bekas abu-abunya. Pembantunya juga mengatakan bahwa keponakan kecil tidak pernah mengganggu meja sembahyangnya, apalagi memainkan bekas-bekas hio.

Kejadian saat ini merupakan bukti yang nyata, karena keponakannya tidak lagi tinggal bersamanya. Pembantunya mengatakan bahwa setelah umat ini bersembahyang, satu jam kemudian pembantunya melihat bahwa bekas hionya telah menjadi berantakan kembali. Sungguh suatu hal yang sulit untuk dapat dimengerti secara logika dan ilmiah.

Setelah mendengar ceritanya, saya menjelaskan kepadanya bahwa hio yang dipasang merupakan salah satu bagian dari persembahan seperti persembahan 8 Persembahan, persembahan buah, persembahan bunga, persembahan suara, dsb. Persembahan ini kita berikan sebagai tanda syukur kita terhadap para Pencapaian Agung dan para mahluk suci, sehingga para mahluk suci dapat menyalurkannya kepada mahluk lainnya yang membutuhkan. Mahluk lain yang telah mendapatkan izin kemudian dapat menikmati persembahan yang ada tersebut. Inilah salah satu makna dari persembahan yang kita taruh di meja altar.

Para mahluk yang menerima persembahan ini mempunyai keinginan yang berlainan. Dimana ada mahluk yang merasa terpuaskan bilamana dapat mendengar bunyi-bunyian, adapula mahluk halus yang menyukai sari makanan, ada pula yang menyukai wangi-wangian. Semuanya tergantung dari tingkat pencapaian masing-masing para mahluk. Semakin rendah tingkat pencapaiannya, maka semakin besar dan banyak keinginan yang harus dipenuhinya.

Saya lalu memohon pentunjuk Bunda Mulia untuk memberikan bimbingan agar dapat mengerti tentang misteri bekas hio di altar umat ini. Bunda Mulia lalu menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan tanda-tanda yang dibuat oleh para mahluk halus agar umat ini dapat memberikan tambahan persembahan lainnya yang mereka inginkan.

Para mahluk ini memberikan tanda-tanda isyarat agar umat ini dapat mencari saya, sehingga keinginan para mahluk halus dapat diketahui. Ternyata mereka mengharapkan umat ini memberikan persembahan tambahan berupa wangi-wangian.

Setelah mengetahui permohonan para mahluk tersebut, Saya lalu menanyakan kepada umat ini apakah dirinya memiliki satu botol parfum/minyak wangi. Ternyata pemuda ini memiliki banyak macam parfum yang berasal dari para kliennya di luar negeri. Saya lalu menyarankan kepada umat ini untuk menambah satu persembahan parfum.

Walaupun dirinya agak bingung dengan apa yang saya sarankan, karena tidak melihat hubungannya antara batang dupa yang patah dan parfum. Tetapi karena patahnya batang dupa, juga tidak masuk akal pikirannya. Maka beliau mencoba untuk menuruti petunjuk dan saran saya. Ditaruhnya sebotol parfum sebagai persembahan kepada para mahluk suci agar dapat diberikan kepada para mahluk di alam lain yang membutuhkan wangi-wangian.

Sejak menaruh persembahan parfum, dirinya tidak lagi mengalami kejadian aneh yang menimpa tempat dupanya. Sungguh suatu hal yang sulit dimengerti bagi umat awam yang tidak memahami para mahluk di alam lainnya.

Walaupun saya dapat memastikan bahwa kemungkinan besar kejadian ini akan kembali terulang dalam beberapa bulan kemudian. Para mahluk halus yang menerima persembahan, akan mulai memberikan tanda-tanda lagi bilamana mereka mulai menginginkan persembahan jenis lainnya.

Sesungguhnya adalah hal yang mudah untuk mengatasi kejadian-kejadian aneh yang sering terjadi seperti diatas, tetapi saya lebih menyukai agar para umat yang mengalami kejadian ini dapat mengambil segi positifnya.

Saya banyak membantu beberapa umat yang mulai giat bersembahyang, kemudian mereka mengalami kejadian yang serupa bahkan berulang-ulang. Dengan mengalami kejadian seperti ini, sebenarnya mereka dapat belajar dan memahami sendiri secara langsung tentang keadaan dunia spiritual.

Janganlah kaget ataupun takut, walaupun merasa telah memberikan persembahan selengkap mungkin tetapi masih mengalami kejadian yang aneh juga. Inilah suatu cara komunikasi yang sangat unik dalam dunia spiritual. Bersyukur dengan kejadian yang ini, karena kejadian ini benar-benar membuktikan bahwa dunia spiritual memang nyata dan terlibat langsung dengan kehidupan kita.

Bagi mereka yang memang tidak menginginkan atau mengalami kejadian seperti ini, saya memberikan sedikit saran untuk melakukan pembacaan doa atau mantra "Persembahan Semesta Alam", atau setidaknya membayangkan bahwa persembahan yang ada dialtar kita menjadi persembahan yang jumlahnya tidak terhingga banyaknya.

Dengan memberkati segala bersembahan dialtar, kita telah melipat-gandakan persembahan yang ada, sehingga menjadi berlipat ganda dan dapat membahagiakan seluruh mahluk di seluruh alam.

Berderma dan Menyumbang,

menolong para manusia miskin dan kelaparan.

Melepas binatang kembali habitatnya,

menolong para hewan dari kematian.

Membakar kertas persembahan,

menolong para mahluk halus yang sengsara.

Memberikan persembahan buah, bunga, music,

menolong para mahluk halus yang kelaparan.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.