Home
Back
Info Dharma
Galleria

Siapakah Saya
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XIII : Wisnu Prakasa")

Bila seorang anak kecil dimohon untuk memperkenalkan diri,
Sang anak akan menjawab, “Saya adalah ………, anak dari ………, sekolah di ……, kelas ……, dsb”.

Bila seorang lelaki dewasa dimohon untuk memperkenalkan diri,
Dia akan menjawab, “Saya adalah ………, sebagai ……… di perusahaan ………, dan saya lulusan dari universitas……… dengan gelar …, dsb.”

Bila isteri dimohon untuk memperkenalkan diri,
Dia akan menjawab, “Saya adalah……, suami dari ……, berasal dari ……, mempunyai ……… anak, dsb.”

Kita dapat memahami bahwa ketika kita bertanya kepada manusia, “Siapakah anda ?”, mereka selalu mengidentifikasikan diri mereka dalam hubungannya dengan sesuatu lainnya, baik nama, keluarga, jabatan, gelar, pekerjaan, dsb.

Mereka tidak dapat mengatakan siapakah dia bagi dirinya sendiri. Mereka tidak dapat menjelaskan apa yang ada dalam diri mereka sendiri, tanpa harus menghubungan dengan sesuatu yang tidak ada didalam dirinya.

Hal ini menunjukan bahwa manusia tidak lagi memahami jati dirinya yang sebenarnya, karena mereka telah terbiasa terikat dan terperdaya dengan apa yang diluar dirinya.

Bila Sang Buddha dimohon untuk memperkenalkan diri,
Sang Buddha menjawab, “Saya adalah Yang Terbangunkan”.

Disini tampak dengan jelas pencapaian dari Sang Buddha. Dirinya benar-benar telah terbebaskan dari segala kemelekatan dan keterperdayaan yang bersumber dari luar. Jawaban Sang Buddha yang sangat sederhana, jelas menunjukan bahwa Beliau telah memahami jati diri yang sebenarnya.

Walau jawaban Beliau, demikian sederhana, tetapi makna dan intisari dari jawaban Beliau tidak dapat dimengerti dan dipahamni sepenuhnya oleh mahluk-mahluk lainnya. Tidak ada satu mahlukpun, yang dapat memahami jawaban Beliau, tanpa sebelumnya memahami jati diri mereka yang sebenarnya. 

Utusan Bodhisattva Danau Biru bertanya, “Siapakah Saya ?”
Saya menjawab, “Saya adalah yang tertidur”.
Utusan Bodhisattva Danau Biru bertanya, “Mengapa bisa menjawab dalam tidur ?”
Saya menjawab, “Sebab saya lagi bermimpi.”
Dan saya balik bertanya, “Siapakah anda didalam mimpi ini?”
Utusan Bodhisattva Danau Biru tersenyum kepada saya, memancarkan sinar Kemulian yang tanpa batas. Ternyata Beliau adalah……….

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.