Home
Back
Info Dharma
Galleria

Sebutir Pasir
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih SpiritualBagian 16 -  Wisnu Prakasa")

Seorang umat dari Bandung datang kerumah saya, hanya khusus untuk menanyakan tentang makna perumpamaan saya, ketika mengajar di Bandung: 
"Keadaan alamiah dari Kesadaran yang jernih, sangat sulit di bandingkan dengan keadaan mereka yang terperdaya pikiran. Bagaikan sebutir debu yg dibandingkan dgn segenggam pasir ditangan."

Perumpamaan ini timbul karena ketidak mampuan saya untuk menjelaskan dengan kata-kata dan bahasa akan keadaan alamiah dari Kesadaran Sejati yang sebenarnya. Banyaknya perumpamaan yang timbul secara spontan dalam membabarkan Dharma, karena kesulitan saya dalam menjelaskan maksud yang sesungguhnya dari apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Walaupun, saya telah berusaha semaksimal mungkin, untuk selalu menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami.

Mungkin kadang perumpamaan tersebut akan tampak terdengar kasar tutur kata dan bahasanya, tetapi makna perumpamaan yang timbul secara spontan tersebut, jangan pula diartikan sebatas makna kata-katanya, yang kadang terasa kasar dalam tata bahasa. Tetapi, perumpamaan yang saya ungkapan tersebut, justru memiliki intisari yang lebih dalam bila dipahami dengan tenang dan jernih.

Salah satu contoh perumpamaan yang tampak kasar, tetapi sebenarnya  memiliki arti yang tidak jauh berbeda dari "Sebutir pasir yang dibanding dengan segenggam pasir ditangan"
                                                                    adalah
"Bagaikan menjelaskan rasa nikmatnya makanan kepada seekor binatang, karena binatang terbiasa makan dengan insting dan nafsu Pikirannya, tanpa memperdulikan kenikmatan makanan yg sesungguhnya".

Jikalau mereka dapat memahami perumpamaan saya yang terdengar kasar, niscaya mereka akan dapat mengungkapkan makna dari Ajaran:

"Semua manusia membutuhkan makanan, tetapi hanya sedikit yang dapat benar-benar makan."

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.