Kesadaran adalah tunggal adanya. Bila 1
pikiran timbul, maka kesadaran telah terperdaya. Memusatkan pikiran pada hal
tertentu seperti berkonsentrasi pada sesuatu merupakan usaha untuk memusat
pada satu pikiran dengan menghilangkan pikiran yang lain timbul.
Demikian pula dengan meditasi dengan
memfokus atau terpusat pada sesuatu tertentu seperti api, patung, nafas,
hitungan, membaca mantra, membaca sutra, dsb. Walaupun demikian, meditasi
merupakan salah satu cara terbaik untuk menguasai timbulnya banyak gambaran
pikiran menjadi satu pikiran. Bila pikiran tinggal satu, maka akan lebih mudah
kesadaran akan terbebaskkan.
Seorang anak yang terfokus pada mainannya,
sehingga lupa akan waktu makannya. Anak tersebut bermain bukan dengan
kesadarannya, tetapi mungkin anak tersebut terfokus pada satu pikiran yaitu
kemelekatan pada permainanya. Jika anak tersebut bermain dengan kesadaran yang
jernih, maka anak tersebut juga dapat dinamakan "Budha yang lagi asyik
bermain".
Demikian pula mereka yang melamun, tidak
akan disebut dengan "Budha melamun" karena kesadaran mereka disaat melamun
telah diperdaya sepenuhnya oleh gambaran pikirannya. Bahkan mereka dapat
dikatakan jauh dari kejernihan kesadaran, karena telah kehilangan kesadarannya
sepenuhnya, sehingga mereka tidak lagi menyadari alamiah keadaan yang
sebenarnya disaat melamun.
Keadaan kesadaran yang terbebaskan dari
segala pikiran tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata saja, tetapi hanya
dapat dipahami dengan merasakan sendiri keadaan ini. Bagaikan menjelaskan rasa
asin garam yang kepada mereka yang belum pernah mencicipi garam, rasa garam
yang sebenarnya hanya dapat dipahami dengan tepat bagi mereka yang telah
pernah mencicipi garam.