Home
Back
Info Dharma
Galleria

Rasa Marah
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 6 -  Wisnu Prakasa")

Tiada yang dapat membuat anda marah selain anda membiarkannya. Marah atau tidak, tergantung pada anda sendiri, Anda yang menentukannya.

Rasa marah timbul dari kesadaran yang terperdaya oleh gambaran pikiran. Timbul gambaran pikiran yang merasa terganggu karena keinginannya tidak terpuaskan sehingga menimbulkan emosi marah. Sebagaimana sifat alamiah dari pikiran yang selalu ingin dipenuhi keinginannya dan terus memperdaya pikiran.

Jika kesadaran telah terbiasa terperdaya oleh gambaran pikiran ini, maka mahluk tersebut terbiasa dan menjadi mudah marah. Emosi marah ini semakin lama semakin kuat melekat dan menjadi sifat mahluk tersebut sehingga menjadikannya mahluk yang pemarah tanpa disadarinya.

Walaupun dirinya menyadari dan merasa mudah marah, tetapi dirinya tidak lagi dapat menguasai amarahnya. Walaupun dirinya berusaha untuk menahan amarahnya, ternyata hanya dapat bertahan sementara saja. Mungkin mereka berpikir untuk menjauh dari sumber-sumber yang membuatnya marah, seperti menyendiri atau mencari mencari tempat sunyi.

Dengan menjauhi sumber-sember yang membuatnya marah memang dapat mengurangi sifat amarahnya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa sifat pemarahnya belum hilang dan tetap ada dalam dirinya. Berapa lama para pemarah dapat menahan emosi marahnya ? sehari, seminggu, sebulan, setahun ? Mudah berkata tetapi sebenarnya sangat sulit dijalankan, karena mereka tidak lagi menyadari sumber awal timbulnya rasa marah.

Ketika mereka kembali kepada keadaan semula, mereka tetap saja terperdaya oleh sifat pemarahnya yang timbul lagi.Bilamana tidak dapat menemukan sumber ikatannya bagaimana mungkin dapat melepaskan diri dari pengaruhnya ?

 

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.