Empat bulan saya meninggalkan Indonesia,
dimana selama empat bulan ini saya pusatkan waktu saya lebih banyak untuk
menyelesaikan tahap akhir pembinaan ajaran Cauw-Tu dari Bunda Mulia.
Pada masa menyelesaikan pembinaan ajaran
Cauw-Tu, saya mengunjungi banyak vihara Bunda Mulia di berbagai tempat untuk
memohon petunjuk dan berkah. Pada saat tersebut, banyak sekali kejadian
spiritual lainnya yang juga sulit dijelaskan oleh umat awam lainnya. Para umat
di vihara tersebut tidak ada yang mengetahui bahwa saya sedang dalam
menyelesaikan pembinaan ajaran Cauw-Tu, tetapi ternyata Bunda Mulia selalu
hadir membimbing dan juga telah menyiapkan segala keperluan untuk upacara
Cauw-Tu. Dimana dikemudian hari, saya harus menggantikan tugas dari Wanita Berjubah Biru memimpin upacara Cauw-Tu dari Bunda Mulia.
Perlengkapan-perlengkapan upacara Cauw-Tu
yang saya dapatkan atas berkah dan petunjuk yang telah dipersiapkan oleh Bunda
Mulia secara langsung, seperti: Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, Rupang
Ksitighabra, rupang cendana Bunda Mulia, dsb.
Pada kesempatan ini saya hanya dapat
menceritakan mengenai turunnya Bendera Pusaka Kuasa Alam Im,
perlengkapan-perlengkapan lainnya tidak dapat saya jelaskan demi menjaga
samaya yang saya pegang.
Kejadian ini berawal sejak sebulan yang lalu
dimana salah satu murid Bunda Mulia dari salah satu Vihara Yauw Ce Cin Mu dari
.... (tempat tidak dapat saya sebutkan), setiap hari bermimpi dirinya
diperintahkan secara langsung oleh Bunda Mulia untuk membuat Bendera Pusaka
Kuasa Alam Im. Bunda Mulia memerintahkan agar dirinya membuat Bendera Pusaka
Kuasa Alam Im sebagus mungkin. Petunjuk ini didapatnya tidak hanya disaat
bermimpi, tetapi seringkali pula Utusan dari Bunda Mulia mengingatkan dirinya
untuk mempersiapkan sebuah Bendera Pusaka Kuasa Alam Im.
Selanjutnya, wanita ini membuat sebuah
Bendera Pusaka Kuasa Alam Im sesuai dengan gambaran yang diberikan oleh Bunda
Mulia. Setelah selesai, dirinya bingung untuk siapakah bendera tersebut,
tetapi Bunda Mulia ternyata tidak memberikan petunjuk kepadanya lagi.
Pada suatu kesempatan saya mengunjungi satu
vihara Bunda Mulia di gunung yang jauh dari keramaian kota, vihara ini hanya
diperuntukkan bagi para murid Bunda Mulia dan para Dewa-Dewi lainnya yang
sedang membina Roh Sejatinya. Di saat berkunjung ini saya mendadak dipanggil
oleh Bunda Mulia dan diserahkan Bendera Pusaka Kuasa Alam Im tersebut, saya
sendiri kaget karena saya tidak menyangka Bunda Mulia telah menyiapkan Bendera
Pusaka Kuasa Alam Im untuk saya. Saya sendiri tidak pernah mengetahui tentang
adanya Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, dan apa manfaatnya.
Di vihara ini pula saya menerima penurunan
silsilah dan kuasa pemegang Bendera Pusaka Kuasa Alam Im langsung dari Bunda
Mulia. Selanjutnya, Bunda Mulia membimbing Roh Sejati saya secara langsung
dalam menggunakan Bendera Pusaka tersebut. Penurunan ajaran ini sangat sulit
dipahami bagi mahluk lain yang roh sejatinya belum terbangkitkan, tetapi bagi
para pembina Roh Sejati untuk dapat menerima silsilah ajaran langsung dari
Bunda Mulia atau para mahluk suci lainnya merupakan hal tidak sulit dipahami.
Selanjutnya didalam tahap penyelesaian
terakhir pembinaan ajaran Cauw-Tu, saya secara langsung dibimbing oleh guru
utama saya, Wanita Berjubah Biru. Beliau mengajak saya berpartisipasi dalam
upacara Cauw-Tu di vihara Se Pi Tang Hua Lien. Sungguh suatu pengalaman
spiritual yang luar biasa, yang penuh dengan berbagai kejadian yang sungguh
sulit dipahami bagi umat awam.
Dengan menerima silsilah ajaran Cauw-Tu dari
Bunda Mulia dan memegang Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, saya mempunyai
tanggung-jawab besar untuk turut membantu para mahluk halus di alam bawah.
Mereka yang tidak memahami mahluk halus di alam bawah, tentu akan mencemohkan
saya. Saya memahami pandangan mereka, karena diwaktu lampau saya sendiri
mempunyai sedikit pandangan seperti mereka. Setelah saya memahami kebenaran
yang sesungguhnya dari alam bawah, setelah saya melihat apa yang tidak saya
ketahui sebelumnya, setelah saya menyelesaikan pembinaan ajaran Cauw-Tu, Saya
tidak akan pernah lagi mencemohkan mereka yang mengadakan upacara Cauw-Tu.
Saya menyadari bahwa kebodohan saya sendiri yang membuat saya seperti itu
dimasa lampau.
Wanita Berjubah Biru juga mengingatkan
kepada saya untuk lebih berhati-hati karena tugas saya di Indonesia akan jauh
lebih sulit, beliau selalu mengingatkan kepada saya untuk selalu bersabar dan
tabah dalam menjalankan tugas. Segala fitnahan dan cemohan harus saya terima
dengan hati yang mulia, kasihanilah mereka yang tidak mengetahui apa yang
mereka perbuat. Serahkanlah segala masalah saya dikemudian hari kepada Bunda
Mulia, karena Bunda Mulia pasti akan memberikan jalan yang terbaik karena
Bunda Mulia begitu menyayangi saya.
Saya memahami maksud dari beliau, untuk itu saya memohon
petunjuk dan bimbingan beliau agar dapat membantu tugas saya di Indonesia.
Saya mengharapkan kehadiran beliau untuk membantu saya di Indonesia, tetapi
beliau hanya berkata bahwa Bunda Mulia yang akan memutuskan.