Pembakaran Dan Penguburan Jenazah
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian
9 - oleh: Wisnu Prakasa")
Bertahun-tahun saya bersama guru utama saya, Wanita Berjubah Biru, membantu para roh yang mengalami berbagai halangan dalam
mencapai alam yang semestinya dan alam yang lebih baik.
Kami banyak memberikan ajaran dan petunjuk bagi mereka,
untuk melepaskan keterikatan dan kemelekatan pikiran yang memperdayanya.
Kami banyak membantu melepaskan kemarahan dan rasa dendam
yang selama ini menjeratnya.
Kami banyak membantu menyelesaikan kesalah-pahaman antara
roh-roh yang demikian dengan para manusia.
Setiap tahun kami mengadakan upacara Cauw-Tu bagi para
roh-roh yang demikian di berbagai tempat, agar mereka tersadarkan dan terlepas
dari segala sumber kemelekatan pikiran mereka.
Walau saya masih memiliki pengalaman yang sangat minim
dalam alam roh-roh yang demikian, saya ingin memberikan sedikit petunjuk yang
kiranya dapat membantu para mahluk.
Bagi mereka yang mengalami proses kematian yang tidak wajar
dan tenang, seperti mengalami musibah kecelakaan, pembunuhan, bunuh diri,
pemerkosaan, dsb. Pilihan untuk membakar jenazah adalah suatu pilihan yang
baik. Dimana pembakaran jenazah almarhum, akan mempermudah roh almarhum untuk
lebih dapat menerima kematian tubuhnya.
Ketika roh yang masih belum menerima atau mengetahui
kematiannya, mereka biasanya harus menerima kenyataan akan kematiannya ketika
mengetahui tubuh kasar mereka telah menjadi abu. Walaupun kadang hal ini
sangat menyakitkan bagi mereka, tetapi pembakaran tubuh kasar ini merupakan
alternatif terbaik yang membantu mereka untuk dapat melepaskan ikatannya
dengan tubuh kasarnya.
Bagi almarhum yang mengalami proses kematian yang normal,
seperti usia tua. Jenazah dapat dikubur atau dibakar tidak menjadi masalah.
Sebaiknya dirundingkan oleh para keluarga lainnya dengan musyawarah dan
mufakat, demi kebaikan bersama.
Jika pilihan dikubur, walau tampak lebih menyulitkan,
tetapi saya dapat katakan akan memiliki manfaat yang lebih jika dilakukan
dengan baik dan benar. Dan kuburan almarhum, sebaiknya dirawat dan dijaga
kebersihannya. Ziarah ke kuburan, juga seharusnya dilakukan secara rutin
beberapa kali setahun.
Ziarah kekuburan juga memiliki berbagai manfaat yang sangat
baik bagi kehidupan duniawi dan spiritual. Semua Manfaat yang didapat, tidak
dapat saya ungkapan demi mencegah kesalah pahaman oleh mereka yang tidak dapat
melihat atau memahami proses alamiah yang berlangsung.
Saya hanya dapat memberikan satu contoh manfaat yang sangat
sederhana dari berziarah ke kuburan. Dengan berziarah kekuburan, perbuatan ini
akan membantu dan melatih pikiran kita untuk dapat lebih menerima kenyataaan
akan adanya alamiah kematian. Juga untuk mengingatkan kita bahwa kita juga
akan mengalami kematian seperti almarhum.
Dengan memahami bahwa kematian pasti akan datang menjemput
kita. Pemahaman ini akan membuat kita lebih banyak berbuat kebaikan dan lebih
menghindari perbuatan buruk. Inilah salah satu manfaat kecil dari ziarah
kuburan, yang dapat membangkitkan motivasi pembinaan kehidupan spiritual kita
untuk lebih baik lagi.
Bagi para almarhum yang telah meninggalkan pesan untuk
dikubur, saya sangat sarankan untuk mengikuti permohonan terakhir beliau.
Walau hal ini tidak sesuai dengan keinginan keluarga lainnya, saya ingatkan
dengan sangat agar permohonan almarhun yang diutamakan. Hal ini demi kebaikan
almarhum.
Saya ingatkan lagi bahwa walau bukan masalah dibakar atau
dikuburnya jenazah almarhum yang menjadi masalah. Tetapi timbulnya kekecewaan
dari kemelekatan gambaran pikiran almarhum yang memperdaya kesadaran dan
mempengaruhi roh almarhum, yang akan berakibat kurang baik bagi almarhum dan
para keluarga lainnya.
Berhati-hatilah dengan permintaan almarhum disaat akhir
hayatnya. Jika kita dapat memenuhi permintaannya, sebaiknya kita lakukan. Ini
demi memperkecil kemelekatan yang timbul memperdaya almarhum. Pahamilah akan
salah satu sifat alamiah dari pikiran, bahwa keinginan yang timbul akan hilang
kembali, bila dapat dicapainya. Walau tidak lama tetapi setidaknya, kesadaran
akan terbebaskan dari keinginan pikiran tersebut.