Banyak umat yang mengatakan bahwa pantangan yang terberat
adalah menjadi vegetarian. Tetapi saya menjelaskan lebih lanjut bahwa
"Pantangan yang terberat adalah menghindari segala perbuatan yang
mengakibatkan penderitaan bagi mahluk lain."
Di zaman sekarang ini, menjalankan kehidupan sebagai
vegetarian juga banyak dilakukan oleh para umat Buddha, umat Tao, dan aliran
spiritual lainnya. Hingga para mahluk penganut paham lainnya yang memiliki
dasar dan alasan tertentu untuk menjalan kehidupan vegetarian, seperti
kelompok pecinta binatang.
Sejarah Pembinaan spiritual dengan menjalani kehidupan
sebagai vegetarian sudah dikenal sebagai salah satu bagian dari pembinaan
kehidupan spiritual yang dilakukan oleh para Master Tao, jauh sebelum masuknya
agama Buddha di negeri China. Para Master Tao sejati menjalankan kehidupan
vegetarian, sebenarnya bertujuan untuk menghindari perbuatan yang
mengakibatkan penderitaan bagi mahluk lainnya, dan untuk menjaga keserasian
semesta alam.
Para master Tao yang menjalankan pembinaan vegetarian,
adalah master Tao yang menjalankan kehidupan sederhana sebagai pertapa di
tempat-tempat terpencil, jauh dari keramaian masyarakat. Para master Tao hidup
ditempat yang demikian, karena mereka menjalankan kehidupannya dalam
ketenangan dan keserasian dengan semesta alam. Mereka melihat semesta alam dan
seluruh mahluk menjadi satu kesatuan keindahan yang tidak terpisahkan dengan
Tao.
Para master Tao sejati selalu menghidari perbuatan yang
mengakibatkan hilangnya keserasian semesta alam, seperti perbuatan membunuh
binatang, menebang pohon semaunya, membakar hutan, dsb. Mereka telah memahami
sifat-sifat alamiah dari segalanya, karena kehidupan mereka telah menyatu
dengan alam lingkungannya. Mereka memahami sepenuhnya bahwa segala perbuatan
yang merusak keserasian alamiah, akan mengakibatkan penderitaan bagi seluruh
mahluk. Mereka telah memahami ekosistem, berartus-ratus tahun sebelum para
ilmuwan memahami kepentingan untuk menjaga ekosistem.
Walau hidup dipinggir danau, mereka tidak memancing ikan.
Walau hidup dipinggir hutan, mereka tidak berburu binatang. Dalam mencukupi
kebutuhan hidupnya, mereka hanya menanam sayur-sayuran di sekitar rumahnya,
dan hidup berdampingan dengan seluruh mahluk disekitarnya. Inilah keindahan
dan keserasian Tao yang tidak dapat dipahami oleh mahluk lainnya.