Mujizat Terbesar Sang Buddha ?
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 14
- Wisnu Prakasa")
Mujizat Terbesar Sang Buddha ?
The Master of the Greatest Miracle passed away more than 2500 years ago.
But, His Greatest Miracle have been working up to now, then, and forever.
( Hua Lien, 1993)
Walau murid sang Buddha, seperti Maha Kashyapa yang banyak melakukan mujizat.
Tetapi mujizat yang dilakukan oleh Maha Kashyapa hanya dapat dilihat dan
dirasakan oleh Maha Kashyapa dan oleh mereka yang ada bersamanya waktu mujizat
tersebut dilakukan.
Walau Ananda menunjukan mujizat dengan mengeluarkan inti api dari tubuhnya
sendiri disaat ajalnya, sehingga tubuh Ananda tetap terbakar habis walau di
dalam sungai. Mujizat ini hanya dirasakan oleh Ananda sendiri, dan mujizat
ananda ini hanya dapat dilihat oleh mereka yang bersama Ananda waktu itu.
Walau Dewa Dewi yang dapat menimbulkan hujan dan halilintar, tetapi hujan dan
halilintar yang dilakukannya hanya tampak dan dilihat oleh mereka diwaktu itu.
Para umat juga mengetahui banyak mujizat yang dilakukan oleh Sang Buddha
Sidharta, walau dirinya tidak pernah membesar-besarkannya. Semua ini dilakukan
agar para muridnya, tidak terjebak dalam kemelekatan akan ilmu-ilmu yang
mengarah pada kemujizatan dan kegaiban saja.
Walau banyak tulisan dari para murid awal Buddha Sidharta, yang menjelaskan dan
menerangkan berbagai mujizat yang dilakukan oleh Buddha Sidharta dan para murid
Sang Buddha. Tetapi sangat disayangkan tidak satupun yang menjelaskan mujizat
terbesar yang dilakukan oleh Buddha Sidharta.
Pada kesempatan ini, saya kembali membuka salah satu rahasia kehidupan spiritual
yang telah tersembunyi lebih dari 2500 tahun yang lampau. Rahasia ini
mengungkapkan tentang mujizat terbesar yang Sang Buddha Sidharta, ketika Beliau
terlahir terakhir kalinya di alam manusia.
Sesungguhnya mujizat terbesar Buddha Sidharta sangat sederhana, yaitu Ajaran
Dharma yang Beliau ajarkan. Dimana mujizat dari Ajaran Dharma Beliau ini ,sejak
detik pertama Buddha Sidharta memutar Roda Dharma, di masa sekarang, dan hingga
masa yang akan datang, manfaat dan hasilnya akan TETAP masih terus berjalan dan
bekerja.
Kebesaran mujizat terbesar Beliau terletak pada pencapaian ajaran Dharma, yang
dapat melepaskan para mahluk dari segala penderitaan selamanya. Dimana bagai
para mahluk yang menjalankan pembinaan Ajaran Dharma Sang Buddha. Saya dapat
pastikan bahwa mereka tetap akan mendapatkan dan merasakan mujizat dari Sang
Buddha Sidharta.
Terungkapnya rahasia mujizat terbesar dari Sang Buddha Sidharta, tidak lepas
dari bantuan Bodhisattva Danau Biru. Untuk ini sangat mengungkapkan rasa terima
kasih yang tanpa batas kepada Bodhisattva Danau Biru.
Salah satu intisari dari Mujizat Terbesar Buddha Sidharta yang saya dapatkan
langsung dari Bodhisattva Danau Biru adalah “Mujizat Terbesar dari Sang Buddha
Sidharta tidak akan pernah berhenti atau hilang, selama masih adanya penderitaan
di samsara”. Masih banyak intisari dari ajaran-ajaran dharma lainnya yang tidak
dapat saya kemukakan sekarang. Ini hanya masalah waktu, keadaan, jodoh, dan
karma.
Saya masih ingat akan pesan terakhir yang saya dapatkan dari Bodhisattva Danau
Biru: “Sebenarnya tidak ada satu rahasia yang tersembunyi di semesta alam ini
bagi mereka yang membina Kehidupan Spiritual.” Gema suara dan sinar dari Sang
Bodhisattva Danau Biru terus menghilangn perlahan-lahan, meninggalkan saya
didalam kerahasian dan keheningan semesta.
Terbuka sudah Mujizat terbesar yang menjadi rahasia terbesar dari Buddha
Sidharta, saya mengungkapkan bukan untuk membanggakan kehebatan pencapaian
Buddha Sidharta. Tetapi makna membuka rahasia yang tersimpan selama lebih dari
2500 tahun ini, didorong oleh niat tulus saya untuk mengungkap kebenaran yang
sesungguhnya. Semua ini saya lakukan demi kebaikan dan kebahagian seluruh
mahluk.
Setelah Mujizat ini terbongkar, saya siap untuk menerima segala resiko. Semua
ini saya lakukan dengan iklas agar para mahluk sadar dan tidak terjerat dengan
segala kemelekatan mujizat lain yang hanya bersifat semu. Dan segala karma baik
dan pahala yang ada, selalu saya persembahkan kembali kepada seluruh mahluk,
demi pencapaian Kebahagiaan Sejati.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —