Seorang pengurus utama suatu vihara datang
memohon petunjuk ajaran dari Bunda Mulia. Dirinya memohon agar dapat menjadi
murid Bunda Mulia, sehingga dirinya dapat membantu dan mengajar umat-umat lain
di viharanya.
Permohonan untuk menjadi murid Bunda Mulia
dengan berbagai macam alasan lain, sulit untuk dapat dipenuhi. Para mahluk
yang mengajukan permohonan seperti ini berarti mereka tidak memahami makna
sebenarnya dari mempelajari ajaran Bunda Mulia.
Tahap awal menjadi murid Bunda Mulia untuk
membina ajaran Bunda Mulia, tidak ada hubungannya dengan membantu dan mengajar
umat lain di vihara. Demikian halnya dengan pengurus vihara ini, mereka tidak
memahami tujuan yang sebenarnya sebagai murid Bunda Mulia.
Bunda Mulia menurunkan ajaran "Pembinaan Roh
Sejati" dan "Pembinaan Kesadaran Sejati" bertujuan agar para mahluk yang
membinanya mempunyai kesadaran sejati yang selalu jernih, dan roh sejati yang
terbangkitkan. Dengan kesadaran yang jernih dan roh sejati yang terbangkitkan,
maka jalan menuju Kesempurnaan Agung telah terbentang dalam kehidupan
spiritualnya.
Para murid Bunda Mulia menyadari dengan
sebenarnya bahwa pencapaian kehidupan spiritual harus dilakukan sendiri,
Pencapaian kehidupan spiritual tidak mungkin dapat dicapai hanya berdasarkan
pemberian atau hadiah dari para mahluk suci lainnya. Pencapaian kehidupan
spiritual hanya dapat dicapai bilama para mahluk dapat membina langsung
kehidupan spiritualnya.
Untuk membantu umat lain di viharanya,
adalah urusan lain yang tidak berhubungan dengan kehidupan spiritual
masing-masing mahluk. Walaupun tujuan dan niat dari pengurus vihara ini sangat
baik, tetapi harus dipahami bahwa untuk membantu umat lainnya dalam membina
kehidupan spiritual, diperlukan suatu kualitas yang lebih baik.
Bilamana hal ini tidak disadari dengan
sepenuhnya, seluruh ajaran tidak lagi bermanfaat dan mereka hanya
membuang-buang waktu dengan sia-sia. Hal ini bagaikan seorang yang buta,
tetapi berusaha menuntun orang-orang buta lainnya. Mereka hanya berputar-putar
pada jalur yang sama, hingga akhirnya mereka merasa lelah dan saling
menyalahkan.
Mereka yang ingin membantu mahluk lain
memahami kehidupan spiritual, setidaknya harus telah membina kehidupan
spiritualnya terlebih dahulu hingga mencapai tahap yang lebih tinggi dari
mahluk lainnya. Mereka yang telah membina kehidupan spiriutalnya dengan baik,
tentu akan lebih mudah untuk menuntun kehidupan spiritual umat lainnya.
Bagi umat yang baru membina kehidupan
spiritual tetapi telah menuntun mahluk lainnya, seharusnya mempertimbangkan
baik-baik keputusannya. Jangan menjadi orang buta yang menuntun orang buta
lainnya, hanya karena telah memiliki pelita minyak. Berhati-hatilah jangan
sampai anda saling bertabrakan atau terjatuh kedalam lubang, karena pelita itu
akan tumpah dan membakar diri sendiri dan orang lainnya. Akhirnya anda dan
umat lainnya akan menganggap bahwa pelita itu sebagai sumber bencana, anda
tidak lagi menyadari bahwa kesalahan yang sebenarnya ada pada diri sendiri.
Niat para pengurus vihara untuk membantu
umat lain adalah suatu perbuatan yang sangat mulia, tetapi caranya tidak hanya
terbatas pada menuntun kehidupan spiritual para umat secara langsung. Dengan
menjaga kelangsungan vihara tersebut, menciptakan suasana yang menyenangkan
didalam vihara, dan menjaga kebersihan, maka para pengurus vihara telah
menunjang dan memperlancar proses pembinaan kehidupan spiritual umat lainnya.
Dengan melakukan latihan dan pembinaan
secara bersama-sama yang teratur, maka para umat dan para pengurus vihara akan
mendapatkan manfaat yang lebih baik dalam proses pembinaan kehidupan
spiritualnya.
Bila memang telah tiba waktunya, maka para pengurus yang
memiliki kesadaran sejati yang jernih tentu dapat menuntun umat lainnya yang
masih terjerat dalam kemelekatan pikiran. Tetapi semua ini akan terbentuk
secara alamiah, karena pencapaian yang sebenarnya tidak dapat dipaksakan.