Makna Persembahan Altar
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 16 - Wisnu Prakasa")
Altar melambangkan KeAgungan akan KeBudhaan kita
sendiri, sehingga dengan melakukan persembahan altar bearti kita menghormati
KeBudhaan kita yang dilambangkan dengan berbagai rupang, gambar dan
kitab-kitab suci di atas altar.
Sebagai mahluk yang terlahirkan di alam samsara ini, kita
tidak lepas dari kesalahan dan perbuatan buruk di masa lalu.
Sebagai mahluk pembina spiritual, pertama-tama kita harus
dapat MENYESALI seluruh kesalahan dan perbuatan buruk dimasa lalu kita.
Menyesali kesalahan dan perbuatan buruk bearti kita harus berusaha memahami
sebab dan akibatnya dari perbuatan yang telah kita lakukan. Dengan menyesali
kesalahan dan perbuatan buruk, berarti kita berani melihat seluruh kekotoran
yang ada didalam diri kita sendiri.
Selanjutnya, bila kita sudah benar-benar dapat menyesali
segala perbuatan buruk kita di masa lalu, maka kita baru dapat MEMAHAMI seluruh
kebodohan dan ketidak-tahuan kita akan perbutan buruk kita yang sesungguhnya,
Hanya dengan memahami kebodohan dan ketidak-tahuan kita, maka selanjutkan kita
akan dapat menghindar dari segala kebodohan dan ketidak-tahuan untuk berbuat
karma buruk lagi.
Sejujur, bila kita menyesali segala kebodohan dan perbuatan
buruk hanya dengan ucapan saja, seperti berjanji untuk tidak melakukan lagi.
Apakah kita dapat menjaga janji kita semaksimal mungkin ?
Ternyata saya banyak melihat para umat yang melanggar janjinya dengan mudahnya,
semudah dirinya mengucapkan janjinya.
Sejujur, bila kita menyesali segala kebodohan dan perbuatan
buruk hanya dengan pikiran saja, seperti berpikir untuk tidak melakukan lagi.
Apakah kita dapat menjaga janji kita semaksimal mungkin ?
Ternyata saya banyak melihat para umat yang melanggar pikirannya dengan
mudahnya, semudah dirinya berubah rencana.
Sejujur, bila kita menyesali segala kebodohan dan perbuatan
buruk dengan perbuatan, seperti memberikan persembahan di altar. Hal ini lebih
baik lagi, karena setiap saat kita selalu melakukan persembahan altar, dan
setiap saat kita melihat pesembahan altar kita. Kita akan menyadari bahwa kita
tidak boleh lagi mengotori diri kita seperti halnya kita menjaga kesucian dan
keagungan altar kita.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —