Seorang lelaki berumur diatas 65 tahun,
mengunjungi saya dan memohon petunjuk tentang kehidupan spiritual.
Lelaki ini menceritakan tentang kehidupan
spiritualnya. Sejak usia muda, dirinya banyak mempelajari berbagai macam
ajaran spiritual. Dirinya telah banyak menerima penurunan berbagai macam
mantra dari guru-guru besar, segala macam sutra telah dipelajarinya.
Lelaki ini bahkan menjelaskan tentang
berbagai macam latihan meditasinya, bahkan latihan prana, tai-chi, dan yoga
juga dijalaninya. Segala macam penglihatan dan perasaan yang timbul dalam
latihan spiritual telah banyak dialaminya, yang mungkin sulit dipercaya oleh
umat lainnya.
Pada pertemuan pertama ini, saya banyak
mendengarkan kisah-kisahnya. Selanjutnya lelaki ini memohon petunjuk tentang
pembinaan spiritual lainnya yang lebih cepat. Saya menjelaskan bahwa segala
macam ajaran yang telah diterimanya telah jauh lebih dari cukup, mengapa
dirinya memerlukan ajaran lain ?
Lelaki ini menjelaskan bahwa diwaktu muda
memang dirinya senang mencari berbagai macam ajaran. Tetapi sekarang ini,
usianya sudah cukup tua dan kondisi badannya tidak lagi memungkinkan untuk
menjalankan latihan seperti sebelumnya. Dirinya hanya ingin mencari
ketenangan, sehingga dirinya dapat tenang menghadapi kematian.
Saya menerangkan bahwa pembacaan mantra,
sutra dan latihan meditasi yang telah dipelajari seharusnya telah memberikan
ketenangan batin.
Lelaki ini membenarkan ucapan saya, tetapi
juga menjelaskan bahwa ketenangan yang dirasakan masih belum mantap karena
semakin banyaknya gangguan yang dirasakan baik karena daya ingatnya yang mulai
melemah dan juga kondisi fisiknya yang mulai melemah. Dirinya mulai merasakan
kesulitan tidur, karena penyakit dan beban pikiran yang dideritanya.
Saya menjelaskan bahwa dirinya harus kembali
seperti diwaktu muda, dimana segala gangguan dan halangan dapat dilaluinya.
Disaat para pemuda lain berlain berlomba-lomba mencari uang dan memupuk
kekayaan, dirinya tetap gigih mencari guru dan memupuk kehidupan spiritual.
Disaat para pemuda lain berusaha untuk mencari kepuasan dan kesenangan
duniawi, dirinya terus mencari kepuasan dan kesenangan spiritual. Bukankah
ketenangan yang dicapainya sekarang telah jauh lebih baik dibandingkan orang
lain?
Dirinya mengakui juga ketenangan yang
dicapainya, tetapi dirinya menyatakan bahwa ketenangannya hanya dapat
dirasakan bilamana dirinya sedang menjalankan latihan yoga, tai-chi, meditasi
atau berpuja-bakti. Diluar menjalankan latihan tersebut, dirinya tetap saja
merasa sama seperti manusia lainnya. Lelaki ini kembali memohon petunjuk
ajaran yang dapat memberikan ketenangan yang lebih baik.
Saya mengatakan kepadanya bahwa semua ajaran
yang dilatihnya memang benar, tetapi intisari ajaran bukan terletak pada
ajaran tersebut. Harus dipahami bahwa intisari ajaran hanya dapat diungkapkan
dari dalam diri.
Bilamana kita hanya terpusat mencari-cari ketenangan didalam
ajaran, maka kita tidak akan dapat mendapatkan ketenangan yang sebenarnya.
Dimana ketenangan yang sebenarnya, ada didalam diri. Mantra, sutra,
puja-bakti, meditasi, yoga, tai-chi hanya hanya sebagai alat bantu yang dapat
mengarahkan pada ketenangan.