Kosong adalah Penuh, Penuh Adalah Kosong
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 14
- Wisnu Prakasa")
Kosong adalah Alamiah Kesadaran Sejati,
Penuh juga merupakan Alamiah Kesadaran Sejati,
Karena sebenarnya, Kosong dan Penuh
tidak dapat dipisahkan.
Para Yogi memisahkan dirinya dari mereka yang tidak membina
spiritual, dimana mereka memiliki pemahaman bahwa Kebahagian tidak dapat dapat
terpuaskan, hanya dengan memenuhi keinginan-keinginan Pikiran.
Para Yogi berpandangan bahwa Kebahagian dicapai dengan
mengosongkan atau melepaskan kemelekatan-kemelekatan Duniawi dan Pikiran.
Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang kosong.
Cermin bagaikan kosong, karena iku cermin dapat menerima
segala gambaran tanpa membedakannya. Baik dan buruk, hitam dan putih, terang dan
gelap, dan segalanya ; akan diterimanya tanpa beda. Baik datang timbul baik,
biru datang timbul biru.
Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang penuh.
Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang penuh, oleh karena itu
cermin tidak akan menyimpan apapun yang ada. Baik pergi, baik hilang jernih,
biru pergi, biru hilang.
Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang kosong dan
penuh.
Dimana pada awalnya juga tidak ada yang datang dan pergi,
sehingga tidak ada juga yang timbul dan hilang, karena Kesadaran adalah jernih
pada awalnya, jernih pada tengahnyha dan jernih pada akhirnya.
“Inilah Alamiah Kesadaran
yang sebenarnya dari
Kosong adalah Penuh, Penuh adalah Kosong.”
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —