Koan adalah Jari dari Zen Master
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 16 - Wisnu Prakasa")
"Koan laksana Jari dari Zen Master
yang menunjuk langsung
pada Kesadaran."
Jika ingin memahami Koan dari para Zen Master,
janganlah menggunakan Pikiran dan
Pengetahuan.
Adalah tidak mungkin memahami Kesadaran dengan
Pikiran.
Tetapi pahamilah Koan dari para Master Zen,
dengan Kesadaran yang
sejernihnya.
Dengan Kesadaran yang jernih, bagaikan sebuat kaca yang
jernih.
Budha akan tampak Budha.
Master akan tampak Master.
Murid akan tampak Murid.
Bendera akan tampak Bendera.
Angin akan tampak Angin.
Telapak tangan akan tampak
Telapak tangan.
Bunyi akan tampak Bunyi.
Wajah akan tampak Wajah.
Wanita akan tampak Wanita.
Kecantikan akan tampak
Kecantikan.
Mara akan tampak Mara.
Setan akan tampak Setan.
Api akan tampak Api.
Air akan
tampak Air.
Pikiran akan tampak Pikiran.
Dsb akan tampak Dsb.
Tanpa Kesadaran yang jernih, maka Budha, Master, Murid,
Bendera, Angin, Telapak tangan, Bunyi, Wanita, Kecantikan, Mara, Setan, Pikiran,
Dsb, akan tampak sebagai Lelucon, Lucu, Jenaka, Lawakan, Kebodohan, Kebohongan,
Kisah, Cerita, Dongeng, Dsb.
Satu Koan yang bagus dari seorang Master Zen, jika dipahami
dengan Kesadaran yang jernih, manfaatnya akan sebanding dengan sebuah Sutra
Dharma dari para Mahluk Suci.
Sangat disayangkan, tidak banyak mahluk yang memahami Koan
tersebut dengan kejernihan Kesadarannya. Hal ini bagaikan membaca kitab Sutra
dari para Mahluk Suci, dan menganggapnya tidak lebih dari dongeng menjelang tidur.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —