Kesadaran Yang Hilang
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 14
- Wisnu Prakasa")
Saya mengenal seorang wanita, sebut saja namanya Madam Ku.
Madam Ku merupakan wanita yang tergolong sangat aktif dalam kegiatan
organisasi vihara. Perjalanan pembinaan spiritual Madam Ku berawalnya ditahun
1987-an, dengan aktif menjadi umat salah satu aliran yang cukup terkenal dari
Amerika. Tetapi karena keributan internal organisasi dari para pengurus
Vihara tersebut, dan berbagai alasan pribadi Madam Ku dengan para pengurus
organisasi. Madam Ku akhirnya tidak lagi aktif ditahun 1991.
Lalu di tahun 1992-an, Madam Ku berpindah ke aliran lainnya.
Dengan kondisi dan waktu yang tepat, karier organisasinya Madam Ku, juga
bertambah baik, dan akhirnya Madam Ku dapat menduduki jabatan ketua selama
beberapa tahun. Dan saya juga melihat prestasi Madam Ku, selama menjadi ketua,
juga sangat baik dan ringan tangan.
Hingga pada tahun awal tahun 1999, terjadi pergantian kepengurusan dalam
vihara, demikian pula Madam Ku tidak lagi menjadi ketua vihara. Semenjak tidak
lagi menjabat sebagai ketua, saya melihat dengan drastis perubahan dalam diri
Madam Ku. Dimana sebelumnya saya banyak sekali perbuatan mulia dan welas asihnya
kepada para umat, tetapi dalam sekejab hilang begitu saja. Apa yang saya lihat,
justru Madam Ku telah menjadi seorang provokator yang sangat kejam dan sadis.
Saya menyaksikan sendiri, para umat yang tidak sepaham dengannya, dengan
seenaknya dipandang rendah, bahkan ada pula yang dimaki-maki di depan umum. Saya melihat dan menyaksikan sendiri,
bagaimana Madam Ku memecah belah umat, dan menjelek-jelekan para pengurus
organasasi hingga berkata buruk akan Guru-Gurunya.
Bila saya tidak menyaksikan sendiri akan perbuatan Madam Ku,
saya sendiri mungkin tidak dapat mempercayai apa yang terjadi pada diri Madam
Ku. Tetapi dengan apa yang saya lihat, dengan sedih hati saya harus mempercayai apa yang terjadi
dalam diri Madam Ku. Saya sendiri beberapa kali telah mencoba untuk memberikan
pengarahan dan kadang teguran langsung terhadap perbuatan Madam Ku. Tetapi
justru sebaliknya, Madam Ku menganggap saya sebagai penghalang dan
musuhnya, sehingga saya juga tidak luput dari terpaan gosip dan rumor Madam Ku.
Yang sangat mengherankan bagi saya, saya menyaksikan sendiri
ketika Madam Ku menghadiri perayaan ulang tahun Dewi Yauw Ce Cin Mu di Hua Lien,
pada perayaan tersebut. Salah satu mahluk suci, utusan Dewi Yauw Ce Cin Mu,
memanggil Madam Ku dan memberikan nasehat dan peringatkan agar Madam Ku harus
memiliki “Hati Mulia Seperti Bunga”, yang akan menyebarkan wanginya kepada
seluruh mahluk. Rupanya kata “Hati Mulia Seperti Bunga” tidak dipahami maknanya
oleh Madam Ku, sehingga walau sudah diperingati langsung dari utusan Dewi Yauw
Ce Cin Mu. Madam Ku hanya berubah beberapa bulan, selanjutnya sifatnya kembali
seperti semula lagi. Saya juga menyaksikan bagaimana para Mahluk Suci utusan
Dewi Yauw Ce Cin Mu, telah dua kali memberikan wejangan yang sama pada tahun
yang berbeda, dan dua kali pula Madam Ku hanya berubah baik selama beberapa
bulan, tetapi di bulan selanjutnya Madam Ku tampak tidak mengingat wejangan
Kebaikan dari para Mahluk Suci.
Sungguh suatu karma yang sangat baik, bila kita dapat
diperhatikan oleh para Mahluk Suci. Sebagai manusia kadang tidak menyadari telah
terjerumus dalam perbuatan karma buruk, dan adalah suatu karma baik yang sangat
luar bila para Mahluk Suci dapat memperingati dan menyadari kesalahan kita. Bila
kita dapat diperhatikan dan dibimbing setiap saat oleh Para Mahluk Suci yang
demikian, berarti Mereka bukan saja menjadi pelindung kita, tetapi Mereka telah
menganggap kita sebagai Anaknya. Sungguh suatu karma baik yang sangat luar
biasa, dan sungguh suatu yang tidak masuk akal bagi saya, bila kita
menyia-nyiakan karma baik yang demikian luar biasa.
Semakin hari, saya juga melihat kehidupan spiritual Madam Ku
semakin jauh dari kehidupan spiritual yang baik. Diwaktu lampau saya, melihat
bagaimana Madam Ku disukai oleh berbagai Guru Spiritual dari berbagai aliran,
bahkan Madam Ku juga sangat disukai oleh banyak Mahluk Suci dan Dharmapala.
Tetapi setelah kehidupan Spiritual Madam Ku berubah total, Madam Ku semakin jauh
hubungannya dengan para Mahluk Suci dan Dharmapala. Di waktu lampau, saya
menyaksikan berbagai Mahluk Suci dan Dharmapala datang memberikan petunjuk dan
membantu Madam Ku. Saya dan para umat lain juga banyak menyaksikan sendiri,
bagaimana Dharmapala pribadi keluarga saya, juga banyak memberikan pentunjuk dan
nasehat spiritual ketika keluarga Madam Ku.
Begitu banyak berkah dan kebaikan yang didapat Madam Ku
diwaktu lampau, tetapi disaat sekarang ini tampak semua hilang begitu saja.
Sejak perubahan yang drastis pada diri Madam Ku, saya melihat bagaimana
sebenarnya Madam Ku, semakin hari ucapan-perbuatan-dan pikirannya semakin jauh
dari pembinaan spiritual.
Saya berusaha memahami mengapa Madam Ku semakin jauh
hubungannya dengan para Mahluk Suci dan Dharmapala. Dimana saya melihat
bagaimana perubahan drastis kehidupan spiritual sehari-hari Madam Ku, dimana ucapan-perbuatan-dan pikiran Madam Ku semakin hari semakin
terjerumus oleh kemelekatan Pikirannya sendiri, sehingga ucapan-perbuatan-dan
pikiran Madam Ku semakin jauh dari alamiah Mahluk Suci dan Dharmapala.
Pengalaman dan kehidupan Madam Ku yang demikian, setidaknya telah mengajarkan
saya bahwa “Para Mahluk Suci dan Dharmapala tidak pernah menjauh dari kita,
tetapi kita sendiri yang sebenarnya menjauh dari mereka”. Saya melihat bahwa
sebenarnya para Mahluk Suci dan Dharmapala TIDAK PERNAH MENJAUH SEDIKITPUN
terhadap Madam Ku, tetapi ucapan-perbuatan-dan pikiran Madam Ku sendiri yang
sebenarnya menjauh dari para Mahluk Suci dan Dharmapala.
Saya yang cukup banyak mengenal Madam Ku sejak dari awal
pembinaan spiritualnya, juga tidak dapat memahami bagaimana Madam Ku demikian
berani menghancurkan kehidupan spiritualnya yang telah dibinanya selama
bertahun-tahun dengan baik. Seharusnya, sebagai pembina spiritual yang baik,
setiap hari kita harus dapat semakin dekat dengan para Mahluk Suci dan
Dharmapala. Tetapi sebaliknya dengan Madam Ku, semakin hari perbuatannya semakin
menjauh.
Kehidupan spiritual Madam Ku yang seperti ini, sungguh sangat
menyedihkan saya, karena saya sangat mengenal Madam Ku dan keluarganya. Tetapi
saya tidak dapat berbuat lebih banyak lagi, dan saya hanya berharap pada suatu
hari Madam Ku dapat terbuka hatinya, memahami pesan dari Sang Dewi Yauw Ce Cin
Mu, sehingga benih bunga yang pernah ditanamnya dapat mekar dan menyebarkan
wangi keseluruh penjuru.
" Hati yang Mulia,
bagaikan Bunga yang menyebarkan wangi
kepada seluruh mahluk. "
( Pesan dari
Maha Dewi Yauw Ce Cin, pada Ulang Tahun Vihara Dewi Yauw Ce Cin Mu, Hua Lien -
1999 )
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —