Kerahasiaan Ajaran
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian XIII
- Wisnu Prakasa")
Seorang umat bertanya kepada saya: "Mengapa saya begitu merahasiakan
Ajaran-Ajaran Dharma, bukankah ini lebih menghambat perputaran Roda Dharma ?”
Pertanyaan ini begitu sering di ajukan kepada saya, dan saya selalu mengelak
pertanyaan ini dengan jawaban yang sederhana “Semua tergantung Jodoh dan Karma
masing-masing”.
Mendengar kata “Jodoh dan Karma”, membuat mereka yang bertanya menjadi ragu
akan pertanyaannya sendiri. Kata “Jodoh dan Karma” sangat membingungkan, bahkan
bagaikan menakutkan untuk diungkap lebih dalam lagi.
Mereka hanya langsung menduga dan mengira bahwa mereka tidak memiliki Jodoh
dengan saya, karena diri mereka masih dipenuhi Karma buruk. Daripada memalukan,
lebih baik tidak bertanya langsung lebih lanjut.
Kali ini saya ingin mengungkapkan alasan yang lebih sebenarnya, Mengapa saya
tampak begitu merahasiakan Ajaran-Ajaran Dharma.
Saya akan mengungkapkan dengan sebenarnya bahwa TIDAK ADA AJARAN DHARMA
MULIA YANG BERSIFAT RAHASIA. Ajaran Dharma Mulia adalan Ajaran
Kebenaran, yang dapat dipahami, dibina, dan dibuktikan.
Berhati-hatilah dengan Ajaran Dharma yang dikatakan SANGAT RAHASIA, karena
Ajaran yang demikian hanya akan membangkitkan rasa EGO, SOMBONG, BANGGA. Ajaran
yang demikian justru bertentangan dengan Ajaran Dharma Mulia yang sesungguhnya,
yaitu untuk membina Kesadaran Sejati, membangkitkan rasa Mulia, Menjalankan
Welas Kasih terhadap sesama, dan membina Kebijaksaan Sejati, hingga mencapai
Kesempurnaan Agung.
Kerasahasian Ajaran Dharma Mulia, bukan karena tidak dapat diturunkan kepada
mahluk lain. Tetapi kerahasian Ajaran Dharma Mulia, karena memang para umat
sendiri yang tidak sanggup untuk membuka kerahasiaan intisari Ajaran.
Ajaran “Kesadaran Sejati” Dharma Mulia yang dikenal sebagai Ajaran Rahasia
Tingkat Tinggi dalam pembinaan Dharma Mulia MahaDewi Yauw-Ce, juga telah saya ajarkan beberapa kali secara umum. Tetapi sangat
disayangkan, walaupun demikian, saya masih melihat Ajaran ini tetap menjadi Ajaran Rahasia di dalam diri
para umat, karena mereka masih belum menemukan intisari makna Ajaran
tersebut yang tersebunyi dalam kerahasian gambaran Pikiran mereka sendiri.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —