Home
Back
Info Dharma
Galleria

Kebudayaan Timur dan Kebudayaan Barat
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 11 -  Wisnu Prakasa")

Kebudayaan timur memahami kesadaran dengan pembinaan diri melalui berbagai macam latihan baik secara fisik maupun mental. Latihan fisik dapat berupa vegetarian, yoga, dsb. Latihan mental dapat dilakukan dengan pembacaan mantra, sutra, mudra, meditasi, dsb.

Melalui berbagai latihan, para master spiritual yang memiliki dasar kebudayaan timur akan terus berlatih. Dimana pada umumnya, semakin tinggi tingkat pencapaiannya, dirinya semakin menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan masyarakat. Sehingga semakin tinggi tingkat pencapaiannya, semakin sedikit murid yang dapat mengerti dan mengikuti jalannya.

Berbeda dengan kebudayaan timur, dimana mereka yang dibesarkan dengan kebudayaan barat akan membina kesadarannya dengan pemahaman secara ilmu pengetahuan dan filsafat. Dengan melakukan berbagai diskusi dan debat, mereka berusaha mengungkapkan makna dan arti yang sebenarnya dari kesadaran. Melalui proses belajar dan mengajar yang berawal dari diskusi dan perdebatan, maka para master dari kebudayaan barat dituntut juga untuk menjadi seorang yang ahli ceramah dan berdiskusi. Sehingga para murid akan melihat tingkat pencapaian gurunya dari kehebatan sang guru berceramah dan berdiskusi.

Dan pada umumnya, semakin tinggi tingkat pencapaian para master spiritual yang memiliki dasar kebudayaan barat, dirinya akan semakin banyak menarik murid untuk mengikuti jalannya.

Kedua cara yang berbeda, tetapi mereka mempunyai tujuan yang sama. Dimana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang hanya dapat dimengerti oleh mereka yang menjalankan.

Sungguh sangat disayangkan, dewasa ini banyak para master timur yang merasa lebih bangga bila memiliki lebih banyak murid yang berasal dari kebudayaan barat. Dan banyak murid dari kebudayaan barat yang merasa bangga bilamana dapat menjadi murid dari master kebudayaan timur.

Dimana murid dari kebudayaan barat cenderung hanya membanggakan pencapaian gurunya yang dihasilkan dari pembinaan yang keras, tetapi dirinya tidak pernah berniat untuk mengikut jalan yang dilalui oleh gurunya. Akhirnya mereka hanya membanggakan dan membicarakan pencapaian gurunya, tanpa berniat untuk mengikuti jalan kehidupan spiritual seperti yang telah dilalui gurunya.

Adalah sangat baik bilamana seorang guru dari kebudayaan timur dapat menerima murid dari kebudayaan barat tanpa harus kehilangan jati diri yang sebenarnya. Adalah sangat baik bilamana seorang murid dari kebudayaan barat dapat mempunyai guru dari kebudayaan timur, dan dapat mengikuti dan memahami jalan pencapaian dari sang guru.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.