Karma Tentara Dalam Medan Perang
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
Spiritual
6 - Wisnu Prakasa")
Bagaimana karma tentara dalam medan perang, yang
harus membunuh musuhnya demi tugas negara untuk membela rakyat dan
tanah airnya ?
Para tentara di medan perang, menjalankan tugas mulia
untuk melindungi rakyat dan tanah airnya, sehingga mereka memiliki pandangan
bahwa mereka berperang demi menjunjung dan melaksanakan tugas kenegaraan
yaitu melindungi rakyat dan tanah airnya. Dengan demikian, mereka berperang
bukan atas dasar kebencian dan kepuasan diri sendiri semata-mata, tetapi
atas dasar cinta kasih dan kesetiaan untuk membela rakyat dan tanah airnya.
Para tentara yang berperang dan memiliki pandangan
demikian, tidak berbeda dengan simbolis-simbolis Dharmapala dan para mahluk
suci, dimana para Dharmapala bersumpah untuk melindungi para pembina dharma
dari segala halangan dari luar dan dalam para pembina.
Para Dharmapala selalu berusaha memusnahkan dan menjauhkan segala
halangan-halangan yang mengganggu pembinaan para pembina dharma, tetapi
mereka melakukan tugas ini bukan berdasarkan atas memuaskan nafsu dan
kebencian pribadi.
Walau demikian, memang sangat disayangkan dalam
kenyataannya bahwa tidak semua tentara dapat memisahkan tugas kenegaraan dan
nafsu dalam diri. Dalam medan perang yang tidak menentu, akhirnya banyak
tentara yang hanyut dikuasai oleh kebencian yang timbul dari dalam diri,
mereka tidak lagi memahami bahwa mereka telah terpedaya berperang hanya
untuk memuaskan nafsu balas dendam dari kemelekatan pikirannya saja.
Dengan kata lain, seorang tentara di dalam medan perang
yang membunuh musuhnya dengan pandangan menjalan tugas untuk membela rakyat
dan negara, memiliki karma buruk yang jauh lebih kecil daripada seorang
tentara yang membunuh musuhnya untuk membalas dendam dengan rasa kebencian
di dalam dirinya.
Untuk itu, saya sangat mengharapkan agar semua tentara
yang dengan rela mengambil resiko tewas dalam medan perang demi membela
rakyat dan negara. Untuk selalu dapat menjaga kejernihan pandangannya akan
tugas mulia kenegaraan yang dipikulnya, dan menjauhkan rasa kebencian dan
amarah yang bersumber dari dalam dirinya.
Dengan demikian, pengorbanan para tentara tidak menjadi
sia-sia, dimana karma baik yang dilakukan untuk membela rakyat dan tanah
air, dapat jauh menandingi karma buruk dari perbuatan membunuh musuhnya.