Sekilas tentang Upacara Cauw-Tu Bunda Mulia
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
Spiritual - Wisnu Prakasa")
Upacara Cauw-Tu Bunda Mulia merupakan salah satu upacara yang sangat penting, karena memiliki banyak manfaat yang sangat luar biasa tidak saja untuk mahluk Im, tetapi juga bagi seluruh mahluk-mahluk di alam lainnya. Dalam upacara Cauw-Tu Bunda Mulia, dibutuhkan
suatu persiapan yang sangat rumit dan sangat hati-hati. Berbagai macam doa, puja bhakti, perlengkapan, dan lebih dari 35 macam persembahan khusus harus dipersiapkan dalam upacara Cauw-Tu, sehingga berkah dan manfaatnya dapat semaksimal mungkin bagi seluruh mahluk, tidak saja sebatas para mahluk Im tetapi juga mahluk-mahluk lainnya.
Saya banyak menjumpai orang-orang yang tidak mengenal saya, bahkan tidak mengetahui apapun tentang upacara yang sedang saya lakukan. Bahkan disaat saya mengadakan upacara Cauw-Tu yang jauh dari tempat keramaian sekalipun, banyak pula yang datang dan mengetahui upacara yang saya lakukan, ada yang beberapa hari bermimpi, ada yang melihat, dan ada pula yang merasakan
almarhum keluarganya datang berpesan untuk mencari tempat ini dan memohon bantuan.
Para pengurus yang membantu saya dalam upacara Cauw-Tu, sudah terbiasa untuk menyaksikan sendiri berbagai cara para almarhum memberikan tanda dan pesan kepada keluarga di dunia untuk di turut sertakan pada upacara Cauw-Tu. Banyak tanda dan pesan yang diberikan
mulai dari alam mimpi, perasaaan, hingga hal-hal yang tidak terduga. Semua tanda, pesan dan kejadian dalam hal ini, saya tidak dapat mengungkapkan lebih lanjut disini, untuk mencegah kesalah pahaman dan penyalah gunaan oleh orang-orang yang hanya mengambil kesempatan dari penderitaan mahluk-mahluk Im.
Dari pengalaman saya lebih dari 7 tahun sudah
saya bersama mengikuti Wanita Berjubah Biru mengadakan upacara Cauw-Tu di berbagai negara. Saya dapat mengatakan bahwa "Sebenarnya yang mengambil awal keputusan untuk turut dalam upacara Cauw-Tu adalah para Mahluk Im itu sendiri. Walau manusia yang mendaftarkan secara luarnya, tetapi niat untuk turut mengikut sertakan almarhum keluarganya dalam upacara Cauw-Tu,
lebih banyak bersumber dari Keinginan almarhum itu sendiri, yang memang sangat membutuhkan bantuan dari keluarganya didunia."
Secara umum Cauw-Tu dapat di lakukan untuk:
Mengapa Cauw Tu untuk Leluhur dan Almarhum ?
Sejak dilahir, kita selalu dirawat dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tua kita. Cinta kasih dari kedua orang tua kita, merupakan suatu berkah yang yang luar biasa, sehingga sudah merupakan suatu kewajiban alamiah bagi seorang anak untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuanya setiap saat dan di segala alam.
Berbakti
kepada orang tua yang terbaik adalah dengan selalu membahagiakan kedua orang tua selama hidupnya, tetapi rasa berbakti yang tulus ini tidak harus terhenti setelah orang tua telah meninggal, sehingga kita dapat mengirimkan doa dan berbagai macam berkah agar mereka dapat terbebaskan dari segala penderitaan dan terlahirkan di alam yang sangat baik. Rasa berbakti kepada
orang tua ini, juga merupakan suatu pembinaan Welas Asih yang selalu diajarkan oleh para Bodhisatva.
Juga sewaktu kita ingin berpergian jauh, kita memohon doa restu dari orang tua. Sewaktu akan menikah, bagi orang Indonesia akan memohon doa restu dari kedua orang tua. Walaupun pesta pernikahannya sangat besar dan luar biasa, tetapi bila pernikahan tersebut tidak direstui oleh
kedua orang tua, biasanya kehidupan rumah tangganya kurang harmonis.
Walaui orang tua sudah meninggal, tetapi doa restu mereka tetap sangat kita harapkan; demikian pula doa seorang anak, akan sangat berarti bagi orang tuanya di alam sana. Kebaikan bersama ini yang sangat saya harapkan dari upacara persembahan Cauw-Tu kepada orang tua dan leluhur.
Dengan mengadakan Cauw-Tu pada orang tua dan leluhur, kita sebenarnya juga tidak saja mendoa kebahagiaan mereka, tetapi mereka juga akan selalu memberikan doa restu kepada kita. Dengan demikian akan terjadi suatu hubungan spiritual timbal balik yang saling menguntungkan dan menjaga keharmonisan kehidupan spiritual di seluruh alam. Alamiah hubungan
yang saling menimbulkan kebaikan dan kebahagaian, juga merupakan suatu pembinaan Dharma yang selalu di ajarkan oleh para Bodhisatva dan Mahluk Suci Tanpa Batas.
Kita juga menyadari bahwa setiap mahluk tidak lepas dari kesalahan selama hidupnya, demikian pula dengan orang tua kita. Bila kedua orang tua kita sudah meninggal, kita tidak mengetahui keadaan mereka di alam setelah kematiannya. Walau kita tidak mengetahui, tetapi kita dapat membantu mereka dengan mendoakan agar mereka dapat hidup bahagia di
alamnya, dan dapat mencapai alam Kebahagian Sejati.
Mengapa Cauw-Tu untuk Utang Masa Lalu ?
Kita mempercayai bahwa setiap mahluk telah mengalami banyak sekali inkarnasi atau kelahiran kembali. Dan setiap kali dilahirkan, maka setiap mahluk tentu memiliki suatu kesalahan dan utang budi terhadap mahluk lainnya. Bahkan dapat saya katakan, bahwa sebagai mahluk yang terlahirkan, tentu kita memiliki orang tua. Dan sejak awal proses kelahiran ini,
kita telah memiliki utang terhadap kedua orang tua kita, terlebih-lebih pada ibu yang mengandung dan melahirkan kita.
Mungkin sewaktu kita terlahir sebagai seekor burung, kita tidak mengetahui bahwa memakan cacing adalah termaksud perbuatan membunuh, yang akan mengakibatkan karma buruk. Bila kita dapat memahami kebenaran ini, maka kita akan mengetahui bahwa bukankah di setiap kelahiran, kita selalu
meninggalkan utang-utang yang menumpuk ?
Disaat kelahiran kita sebagai manusia yang sangat berharga ini, kita memiliki banyak kelebihan. Dimana kita lebih memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik dibandingkan kelahiran mahluk lainnya. Dengan mengetahui kebenaran ini, maka kita tidak akan menyia-nyiakan kelahiran yang sangat luar biasa ini sebagai manusia untuk berbuat lebih banyak kebaikan, berusaha menghindari
perbuatan buruk, dan berusaha melunasi utang-utang masa lalu kita.
Mengapa Cauw-Tu untuk Bayi yang keguguran ?
Bayi yang akan terlahirkan dan baru terlahirkan, juga sama seperti manusia yang memiliki kesadaran. Seorang bayi bahkan memiliki kesadaran yang lebih jernih dan bersih dibanding orang dewasa, karena kesadarannya tidak banyak ternoda dengan ikatan dan kemelekatan dunia lainnya. Bayi yang keguguran biasanya hanya mengenal ibunya, karena itu biasanya
mereka akan terus mengikuti sang ibu.
Mereka mengikuti ibunya, karena mereka tidak mengenal keluarga lainnya. Dan mereka juga tidak mengetahui keadaan mereka, sehingga mereka akan merasa ketakutan dan secara alamiah tentu akan terus mencari perlindungan kepada ibunya. Tetapi sangat disayangkan, ibunya kadang telah melupakannya dan bahkan tidak lagi memperdulikannya. Saya akan
menceritakan satu kisah nyata yang terjadi di Indonesia:
Pada tahun 1996, saya selama dua bulan berada di Amerika menunggu kelahiran anak kedua saya. Dan di Indonesia ada wanita yang mengalami penyakit aneh, yaitu dirinya tiba-tiba seperti kesurupan tetapi tidak berkata satu patah kata juga. Setelah beberapa lama, akan sadar sendiri dan dirinya tidak ingat apa-apa terjadi. Kejadian ini telah dialami oleh
wanita ini selama bertahun-tahun, bahkan telah berobat keluar negeri tetapi tetap tidak diketahui sebabnya. Bahkan cara-cara spiritual lainnya telah banyak dicobanya, tetapi tampak tidak menunjukan suatu perubahan. Semakin hari, penyakitnya ini semakin menjadi-jadi, dan tidak terduga datangnya secara tiba-tiba setiap saat.
Kebetulan ada satu umat kenal dengan wanita ini, maka dibawanya wanita ini ke kamar sembahyang di rumah saya. Ketika memasuki kamar sembahyang saya, wanita ini langsung tampak seperti kerasukan, hanya saja kali ini dirinya terus bersujud di hadapan altar Bunda Mulia. Kemudian salah satu umat yang memang telah biasa mengikuti saya dalam membantu
masalah-masalah seperti ini, lalu memohon kepada Bunda Mulia Dewi Yauw Ce Cin Mu. Dan membakar satu "Im-Yang Fu" Bunda Mulia, yang selalu saya siapkan di altar saya, bagi yang membutuhkan. Ketika kertas Fu terbakar habis, langsung wanita langsung berkata “Terima kasih, sekarang saya bisa bicara…”. Kemudian bersujud banyak kali dihadapan altar Bunda Mulia.
Wanita itu berkata berkali-kali kegirangan sambil terus bersembah sujud “Terima kasih,… Terima kasih. Dibakarin Fu jadi saya bisa bicara sekarang. Sungguh luar biasa, sekarang saya bisa bicara.....”
Melihat wanita ini mulai bergembira dan mulai dapat berkomunikasi, umat yg lain mulai berani menanyakan. Saya singkat inti percakapan mereka. Dimana wanita ini mengatakan bahwa dirinya adalah anak yang keguguran dari ibunya ini. Dimana dirinya merasa bingung untuk meminta bantuan dari ibunya, tetapi ibunya tidak pernah dapat memahaminya. Dan dirinya
juga tidak menyadari bahwa dampaknya selalu justru membuat kacau keadaan ibunya. Sungguh suatu kesalah pahaman, dimana sang ibu tidak lagi menyadari bayinya yang telah keguguran dan sang bayi ingin memohon bantuan sang ibu.
Kejadian ini bukan suatu kejadian yang aneh sebenarnya, bahkan dapat saya katakan bahwa bayi yang keguguran biasanya belum waktunya harus meninggal. Tetapi karena keadaan tertentu atau karena ada karma yang belum cukup, atau bahkan karena kesehatan sang ibu yang tidak memungkin, sehingga tubuh kasarnya tidak kuat membentuk sempurna menjadi tubuh
manusia normal. Walaupun biasanya dapat lebih cepat kembali berinkarnasi kembali, tetapi adapula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat terlahir kembali. Bagi yang membutuhkan waktu untuk terlahir kembali, biasanya mereka hanya mengenal ibunya. Dan mereka tidak menyadari dampaknya, karena memang mereka tidak mengetahui apa-apa.
Sebagai orang tua, atau ibu dari bayi ini. Sebenarnya dapat merasakan kehadiran mereka, tetapi biasanya orang tua selalu tidak memperdulikannya. Bahkan cukup banyak membantu masalah dari ibu-ibu yang pernah mengalami keguguran dan sering melihat anak kecil yang bermain-main di dalam rumahnya. Bahkan saya pernah menyaksikan dan membantu seorang bayi
yang keguguran, kemudian sang bayi dapat menggoyang-goyangkan ranjang ibunya. Tentunya sang ibu ketakutan sekali, karena tidak menyadari bahwa anaknya sendiri ingin memberitahukan kehadirannya.
Sungguh suatu misteri yang yang unik, tetapi bila kita telah memahaminya. Semua ini bukan hal yang aneh, karena ini adalah suatu hal yang alamiah dari kehidupan di alam ini.
Mengapa Cauw-Tu untuk Bumipati atau Penunggu Setempat ?
(... menunggu izin dari wp ).
Mengapa Cauw-Tu untuk Binatang peliharaan yang ?
Banyak binatang yang mempunyai ikatan jodoh yang baik dengan manusia, seperti seeokor anjing yang sepanjang hidupnya selalu kita pelihara. Ikatan manusia dengan anjing peliharaan ini telah terjalin dengan begitu baiknya, sehingga kita merasa kehilangan ketika anjing ini meninggal.
Bagi yang menyayangi binatang peliharaannya, mereka akan mengetahui bahwa ikatan ini kadang jauh melampau sebatas ikatan antara manusia dan binatang. Terkadang ikatan ini telah terjalin kedalam tingkatan yang lebih tinggi, dimana saya banyak mendengar kisah-kisah yang begitu luar biasa dari ikatan persahabatan.
Bahkan dalam keluarga saya sendiripun ada pernah kami alami, dimana adik lelaki saya yang bungsu memiliki seekor anjing kesayangan. Disuatu hari, adik saya mengadakan pesta dengan teman-teman sekolahnya di suatu tempat. Di malam hari ini, anjing ini tampak seperti kalang kabut dan selalu menggaruk-garuk pintu kamar ayah saya. Melihat tingkah lakunya
yang aneh, ayah saya mempunyai firasat bahwa anjing ini ingin memberitahukan sesuatu akan terjadi terhadap adik saya. Ternyata benar, dalam bebeberapa menit kemudian, adik saya menelepon dan mengabari bahwa beberapa gerombolan pemuda mabok dan berniat tidak baik ingin mengacaukan pesta tersebut dengan mencari gara-gara. Kemudian ayah saya meminta bantuan kepada yang
berwajib untuk mengatasi masalah yang dialami adik saya. Kami semua bersyukur ternyata kendala ini dapat diatasi dengan baik.
Masih banyak lagi kejadian-kejadian seperti ini, yang membuktikan adanya ikatan yang lebih dalam antara manusia dengan binatang peliharaannya. Bahkan di Taiwan, ada suatu vihara yang sangat terkenal untuk menghormat kesetiaan seekor anjing, dimana anjing tersebut bersedia dikubur hidup-hidup bersama jenazah pemiliknya. Terlepas dari tingkat spiritual
vihara tersebut, kejadian ini membuktikan bahwa binatang kadang memiliki jodoh dan ikatan karma yang kuat dengan manusia.
Walaupun hanya seekor anjing, yang kesadarannhya sangat lemah. Ternyata dirinya tahu dan mengenal kesetiaan dan balas budi. Kita sebagai manusia yang kesadarannya jauh melebihi kesadaran binatang kita, tentu kita dapat berbuat lebih baik lagi. Dengan membantu anjing dan binatang yang meninggal ditempat kita, kita telah berusaha agar mereka dapat
terlahir di alam yang lebih baik lagi.
Mengapa Cauw-Tu untuk Spirit Terlantar ?
Kehidupan spirit terlantar tidak banyak berbeda dengan gelandang di alam manusia. Para spirit terlantar merasakan keadaannya penuh dengan berbagai kekurangan dan kelaparan. Keadaan mereka tergantung dari belas kasihan mahluk-mahluk Im lainnya, dan juga belas kasihan manusia yang mungkin dapat memberikan berbagai macam persembahan, seperti: doa,
berkah, sandang, pangan, dan persembahan-persembahan lainnya.
Spirit terlantar kadang tidak mengetahui keadaan dan kondisi alamiah mereka, sehingga mereka terjebak dalam keadaan alam yang tidak menentu, penuh dengan kekurangan, kelaparan, penderitaan, dan ketakutan. Terjeratnya dalam alam spirit terlantar karena pada hidupnya, mereka tidak memiliki pembinaan spiritual Agama yang kuat, dan ada pula yang terjebak
karena ketidak tahuan akan alamiah kematian, dan banyak pula yang terjebak karena disaat menjelang ajalnya, pikirannya penuh dengan rasa dendam, marah, sakit hati, ketakutan, dsb.
Kurangnya pembinaan spiritual Agama, tidak terima akan alamiah kematiannya, pikiran yang penuh dengan rasa dendam, amarah, sakit hati, ketakutan , dsb. Keadaan yang
tidak menguntungkan ini, ditambah ketidak tahuan dari keluarga almarhum untuk membantu almarhum yang terjebak dalam alam yang tidak menguntungkan itu. Akhirnya menjadi almarhum menjadi spirit terlantar.
Walau di kota-kota besar hingga di perdalaman, adanya rumah berhantu dan tempat-tempat angker, sesungguhnya bukanlah suatu hal yang harus di
takuti. Sebagian besar terjadi karena alamiah dari ketidak tahuan antara spirit terlantar dan manusia. Disatu pihak spirit terlantar membutuhkan pertolongan dari manusia, dan di pihak lain, ketidak tahuan dan kesombongan manusia bukan membantu spirit terlantar dari penderitaannya, justru lebih mempersulit alamiah spirit terlantar. Akhirnya, kesalah pahaman ini lebih
memperburuk keadaan.
Disinilah letak manfaat Cauw-Tu untuk spirit terlantar, sehingga para spirit terlantar dapat lebih memahami alamiah keadaan mereka, dan dapat terlahir kembali ke alam yang lebih baik. Sehingga spirit-spirit terlantar di rumah-rumah berhantu, tempat-tempat angker bukanlah suatu hal yang ditakuti, melainkan perlu dikasihani.
Seperti halnya kita mengasihini manusia-manusia yang hidup dalam penuh kemiskinan dan kelaparan.
Berkah Cauw-Tu
Setelah upacara Cauw-Tu, segala berkah kita limpahkan pada seluruh mahluk, khususnya mahluk Im, dan setelah upacara segala persembahan makanan kita sumbangkan kepada orang-orang yang
membutuhkan, seperti: yatim piatu, rumah jompo, orang-orang yang hidupnya dalam kemiskinan dan kelaparan, dsb.
Sehingga kita tidak saja membantu almarhum keluarga kita saja, kita juga membantu seluruh mahluk dari alam Im dan alam manusia yang hidupnya dalam penderitaan. Dengan demikian kita tidak saja berbaktik kepada almarhum keluarga, tetapi kita telah menjalankan Bodhicitta sesuai dengan Ajaran Dharma.
"TIADA KEBAHAGIAAN
YANG LEBIH BESAR, DARIPADA MERINGANKAN PENDERITAAN MAHLUK LAIN."
( Jakarta , 2000 )
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —