Home
Back
Info Dharma
Galleria

Sekilas Tentang Pembinaan Akhir Ajaran Cauw-Tu
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")

Tidak terasa lebih dari 5 tahun telah berlalu berlalu dengan cepat, saya mendampingi Wanita Berjubah Biru mengadakan upacara Chauw-Tu sejak tahun 1993. Setidaknya 2 atau 3 kali dalam setiap bulan Juli kalendar china, saya mendampingi Wanita Berjubah Biru dalam perayaan Cauw-Tu dari Hua Lien hingga Guam.  Kesempatan bersama Wanita Berjubah Biru ini, membuat saya mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman yang sangat luar biasa.

Di awal tahun 1998, Wanita Berjubah Biru menyampaikan pesan dari Bunda Mulia, agar saya dapat meluangkan waktu 4 bulan dan meninggalkan Indonesia, agar saya dapat dengan penuh hati memfokuskan pembinaan diri dalam menyelesaikan tahap akhir pembinaan ajaran Cauw-Tu dari Bunda Mulia. Setelah mengatur waktu yang tepat, saya kemudian langsung menghadap Wanita Berjubah Biru di Vihara Bunda Bunda Mulia - Hua Lien. Di Vihara Bunda Mulia - Hua Lien ini, saya menerima Tahap Akhir Ajaran Cauw-Tu Bunda Mulia, yang secara langsung  diturunkan oleh Bunda Mulia, dan disaksikan langsung oleh Wanita Berjubah Biru.

Ajaran Cauw-Tu yang saya dapatkan dari Bunda Mulia ini membuat saya lebih memamahi dalam akan manfaat Cauw-Tu. Dan juga saya banyak mendapat informasi, yg sebelumnya saya tidak ketahui. Salah satu informasi yang saya dapatkan langsung dari Bunda Mulia,  ternyata para Mahluk Suci seperti Ting Cang Wang Phosat, Avalokitesvara, Budha Amitaba, para Mahluk Suci Tanpa Batas Tao, dan para Bodhisatva lainnya, juga banyak melimpahkan berkah dan ajaran untuk membantu pada Mahluk-Mahluk alam Im dari penderitaannya, dan lahir kembali di alam yang lebih baik setiap bulan Cauw-Tu.

Selain menerima penurunan Tahap Akhir Ajaran Cauw-Tu Bunda Mulia. Bunda Mulia juga banyak memberikan wejangan dan pengetahuan khusus. Sehingga saya juga dapat mengetahui beberapa Doa, Tata Cara Cauw-Tu dan persembahan khusus Cauw-Tu untuk membantu mahluk-mahluk Im dari Ting Cang Wang Phosat, Avalokitesvhara, Budha Amitaba, dan Mahluk Suci Tanpa Batas Tao lainnya. Ternyata Ajaran Cauw-Tu tidak hanya dibabarkan oleh Buddha Sakyamuni, Ksitigarbha saja. Masih banyak mahluk-mahluk suci lainnya, yang juga menurunkan Ajaran Cauw-Tu seperti Avalokiteshvara, Buddha Amitabha, Bunda Mulia, dsb.

Selanjutnya, pada masa awal menyelesaikan pembinaan ajaran Cauw-Tu Bunda Mulia, saya berkesempatan  mengunjungi banyak vihara Bunda Mulia di berbagai tempat untuk memohon petunjuk dan restu. Pada saat tersebut, banyak sekali kejadian spiritual lainnya yang juga sulit dijelaskan oleh umat awam lainnya. Para umat di vihara tersebut tidak ada yang mengetahui bahwa saya sedang dalam menyelesaikan pembinaan ajaran Cauw-Tu, tetapi ternyata Bodhisatva Danau Biru banyak hadir menyampaikan pesan-pesan dari Bunda Mulia, dan juga untuk membimbing dan menyiapkan segala keperluan khusus dan rahasia untuk saya, yang akan digunakan pada upacara Cauw-Tu di kemudian hari.

Perlengkapan-perlengkapan upacara Cauw-Tu yang saya dapatkan atas berkah dan petunjuk yang telah dipersiapkan oleh Bunda Mulia secara langsung, seperti: Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, Stempel Kuasa Alam Im, Jubah Kuasa Alam Im, rupang Ksitighabra, rupang cendana Bunda Mulia, dsb.

Pada kesempatan ini saya hanya dapat menceritakan mengenai turunnya Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, perlengkapan-perlengkapan lainnya tidak dapat saya jelaskan demi menjaga samaya yang saya pegang.

Kejadian ini berawal sejak sebulan yang lalu dimana salah satu murid Bunda Mulia yang merupakan Master Vihara Yauw Ce Cin Mu di.... (tempat tidak dapat saya sebutkan,  untuk menjaga privacy Beliau), selama seminggu berturut-turut dirinya bermimpi bertemu dengan Bunda Mulia, dan Bunda Mulia memperlihatkan sebuah Bendera Khusus kepadanya. Selanjutnya Bunda Mulia memberikan perintah untuk membuat 1 Bendera Pusaka Kuasa Alam Im seperti ini. Petunjuk ini didapatnya tidak hanya disaat bermimpi, tetapi seringkali pada setiap Upacara Besar di Vihara Yauw Ce Cin Mu,  Beberapa kali utusan dari Bunda Mulia mengingatkan dirinya untuk segera menyelesaikan tugas khusus membuat Bendera Pusaka Kuasa Alam Im tersebut, karena waktunya sudah hampir tiba untuk diserahkan kepada pemiliknya.

Sejak dirinya berturut-turut mimpi, dan banyaknya pesan dari Alam Roh Tinggi dalam berbagai Upacara Bunda Mulia, Master wanita ini berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan sendiri membuat  Bendera Pusaka Kuasa Alam Im sesuai dengan gambaran yang diberikan oleh Bunda Mulia. Setelah selesai, dirinya tidak juga tahu, siapakah yang dimaksud pemilik Bendera Pusaka Kuasa Alam Im ini.

Pada suatu kesempatan, kebetulan saya mengunjungi vihara Yauw Ce Cin Mu tersebut, yang terletak di atas gunung yang jauh dari keramaian kota, vihara ini hanya diperuntukkan bagi para murid Bunda Mulia dan para Dewa-Dewi lainnya yang sedang membina Roh Sejatinya. Di saat berkunjung ini saya mendadak dipanggil oleh Bunda Mulia. Dan pada saat itu, Bendera Pusaka Kuasa Alam Im tersebut diserahkan kepada saya secata tidak terduga oleh siapapun. Saya sendiri kaget karena saya tidak menyangka Bunda Mulia telah menyiapkan Bendera Pusaka Kuasa Alam Im untuk saya. Saya sendiri tidak pernah mengetahui tentang adanya Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, dan apa manfaatnya.

Selanjutnya, di vihara ini pula saya menerima penurunan silsilah dan kuasa pemegang Bendera Pusaka Kuasa Alam Im langsung dari Bunda Mulia, yang disaksikan lebih dari 50 senior pembina Roh Sejati di Vihara Yauw Ce Cin Mu tersebut. Selanjutnya, Bunda Mulia membimbing Roh Sejati saya secara langsung dalam menggunakan Bendera Pusaka tersebut. Penurunan ajaran ini sangat sulit dipahami bagi mahluk lain yang roh sejatinya belum terbangkitkan, tetapi bagi para pembina Roh Sejati untuk dapat menerima silsilah ajaran langsung dari Bunda Mulia atau para mahluk suci lainnya merupakan hal tidak sulit dipahami. Sejak kejadian itu pula, saya seketika memahami seluruh detail tata cara dan manfaat dari Bendera Pusaka Kuasa Alam Im.

Dengan menerima silsilah ajaran Cauw-Tu dari Bunda Mulia dan memegang Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, secara tidak langsung saya turut memikul tanggung-jawab yang sangat besar untuk turut membantu para mahluk halus di alam bawah. Mereka yang tidak memahami mahluk halus di alam bawah, banyak yang mencemohkan kegiatan saya sebagai suatu kebodohan belaka. Saya memahami dan menghormati pandangan mereka, karena diwaktu lampau saya sendiri juga mempunyai pandangan seperti mereka, bahkan mungkin pandangan saya lebih buruk lagi.

Setelah lebih dari 5 tahun saya membina dan mendamping Wanita Berjubah Biru mengadakan banyak upacara Cau-Tu diberbagai negara. Sungguh suatu pengalaman spiritual yang luar biasa, yang penuh dengan berbagai kejadian yang sungguh sulit dipahami bagi umat awam. Saya dapat melihat dan menyaksikan sendiri, bagaimana kebenaran yang sesungguhnya dari manfaat upacara Cauw-Tu bagi seluruh mahluk.

Setelah memahami kebenaran yang sebenarnya dari Manfaat upacara Cauw-Tu, saya justru dapat lebih berpandangan lebih bijaksana. Walau saya banyak di cemohkan oleh banyak orang, tetapi saya tidak akan mundur sedikit juga, karena tugas saya adalah membantu para mahluk Im yang membutuhkan bantuan saya. Saya selalu siap dianggap sebagai orang yang bodoh, boros dan tidak waras, daripada saya harus membiarkan dan mengorbankan para mahluk Im yang sangat membutuhkan bantuan saya.

"ADALAH TIDAK MUNGKIN BAGI SAYA UNTUK TIDAK MEMBANTU PARA MAHLUK YANG SANGAT MEMBUTUHKAN BANTUAN SAYA, HANYA KARENA DIHALANGI OLEH KETIDAK TAHUAN DAN KESOMBONGAN DARI MAHLUK LAIN."

Setelah 4 bulan lebih saya menyelesaikan Ajaran Cauw-Tu di Amerika, saya di undang oleh Wanita Berjubah Biru untuk secara langsung untuk bersama-sama memimpin dalam upacara Cauw-Tu di vihara Se Pi Tang Hua Lien dan upacara Cauw-Tu di Guam. Kedua upacara berlangsung sangat luar biasa bagi saya, karena inilah pertama kalinya saya dapat memimpin upacara bersama Wanita Berjubah Biru, dan bukan hanya sebagai pendamping. Di awal upacara saya selalu merasa sangat berat dan lelah, tetapi semuanya tidak saya rasakan lagi sebagai suatu beban ketika menyaksikan bagaimana berkah dan manfaat yang didapat bagi seluruh mahluk.

Setelah kedua upacara telah berjalan sangat sukses, Wanita Berjubah Biru mengingatkan kepada saya untuk lebih berhati-hati karena selanjutnya tugas saya di Indonesia akan jauh lebih sulit, beliau selalu mengingatkan kepada saya untuk selalu bersabar dan tabah dalam menjalankan tugas mulia ini. Segala iri hati, cemohan dan caci maki harus saya terima dengan hati yang mulia, kasihanilah mereka yang tidak mengetahui apa yang mereka perbuat. Serahkanlah segala masalah dikemudian hari kepada Bunda Mulia, karena Bunda Mulia pasti akan memberikan jalan yang terbaik karena Bunda Mulia begitu menyayangi saya.

Saya memahami maksud dari beliau, untuk itu saya memohon petunjuk dan bimbingan Wanita Berjubah Biru agar dapat membantu tugas saya di Indonesia. Saya mengharapkan kehadiran beliau untuk membantu saya di Indonesia setiap saat, tetapi beliau hanya berkata bahwa Bunda Mulia yang akan memutuskan.

                                                                                                                        ( Hua Lien, 1998)

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.