Seorang umat berkata bahwa dirinya telah
mempunyai ikatan yang kuat dengan saya. Bilamana saya menyuruhnya untuk
melakukan apapun, dirinya pasti akan menjalankannya. Bahkan saya pernah
mendengar dari umat lainnya bahwa dirinya rela menyerahkan hidupnya bilamana
saya menyuruhnya.
Mendengar berita tentang keyakinannya
terhadap saya, saya menjadi sangat bersedih. Sungguh telah terjadi suatu
kesalah-pahaman yang sangat luar biasa dari umat tersebut, sehingga umat ini
menjadi fanatik yang berlebih-lebihan. Saya sangat bersedih, karena saya
mengetahui dengan benar bahwa umat ini belum mencapai tahap kesadaran sejati
yang sebenarnya.
Walaupun dirinya sangat mempercayai akan
kebenaran ajaran yang saya berikan, tetapi jalan pencapaiannya masih jauh
dalam pembinaan kesadaran sejatinya. Walaupun umat ini mempunyai keyakinan
yang sangat tinggi terhadap saya, tetapi saya mengetahui bahwa pembinaan
kehidupan spiritualnya masih belum mencapai tingkat kejernihan kesadaran
sejati.
Memang benar diperlukan suatu ikatan samaya
yang kuat antara murid dan guru. Dimana sang guru mempunyai kewajiban untuk
membimbing dan menunjukan jalan Pencapaian Agung, dan sang murid harus
mempunyai keyakinan yang kuat akan gurunya. Tanpa bimbingan dan petunjuk dari
guru, tidak mungkin dirinya dapat mengenal ajaran kebenaran yang dapat
membawanya mencapai Pencapaian Agung.
Guru akan selalu membimbing dan menuntun
sejak awal pembinaan ajaran kebenaran, sehingga dirinya bagaikan terlahirkan
kembali. Dengan membina ajaran kebenaran maka kesadaran yang semula selalu
tertutupi oleh pikiran, akhirnya dapat terbebaskan dari gambaran pikiran yang
selalu memperdayainya. Hal ini yang menjadikan dirinya bagaikan terlahir
kembali. Sang murid terlahir kembali menjadi mahluk spiritual yang menjalankan
kehidupan spiritual. Sang murid bagaikan terlahir kembali untuk memulai
lembaran kehidupan baru dalam pembinaan kehidupan spiritualnya.
Walaupun benar bahwa ikatan samaya antara
murid dan guru melebihi segalanya, tetapi konsep ikatan samaya yang demikian
harus dipahami lebih lanjut. Seorang guru spiritual sejati, seharusnya tidak
akan pernah menyuruh sang murid untuk menghilangkan nyawa mahluk apapun
termasuk nyawa dirinya tanpa dasar alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.
Pencapaian kehidupan dalam alam manusia juga
sangat sulit dicapai, maka sangat tidak beralasan bilamana sang guru menyuruh
sang murid untuk menghilangkan kesempatan yang sangat berharga ini. Sebagai
guru sejati seharusnya tidak akan pernah menyia-nyiakan kehidupan muridnya ini
sebelum sang murid dapat mencapai tahap kejernihan kesadaran sejati yang
sesungguhnya.
Mengorbankan diri muridnya tanpa tujuan dan
alasan yang kuat, tidak akan bermanfaat sedikitpun bagi sang guru. Demikian
pula dengan pengorbanan nyawa yang hanya karena disuruh oleh guru tanpa alasan
yang mendasar, juga tidak akan bermanfaat bagi pencapaian spiritualnya. Bahkan
dapat mengakibatkan penderitaan yang lebih besar lagi.
Dengan memahami keadaan yang sebenarnya,
tentunya keyakinan sang murid untuk rela mengorbankan dirinya bilamana sang
guru menginginkan adalah suatu pandangan yang salah karena tidak mungkin sang
guru akan menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut. Para murid harus dapat
memahami makna yang sebenarnya dari ikatan samaya antara guru dan murid.
Pahamilah bahwa keyakinan terhadap ajaran sang guru sebenarnya jauh lebih
berharga dibandingkan rasa ingin pengorbanan dirinya yang hanya sia-sia
belaka.
Pahamilah bahwa pengorbanan yang demikian
bukanlah makna sesungguhnya dari ikatan samaya murid dan guru. Ikatan samaya
dari murid terhadap guru yang sebenarnya adalah pengabdian sang murid terhadap
gurunya. Dengan mengabdikan dirinya kepada sang guru, maka sang murid telah
menunjukan rasa terima kasih yang setulusnya atas segala bimbingan sang guru
dalam pembinaan kehidupan spiritualnya.
Pengabdian sang murid yang sebenarnya adalah
dengan mendahulukan kepentingan sang guru diatas segala kepentingan
pribadinya, dengan demikian selanjutnya sang murid dapat mengembangkan
pengabdiannya kepada mahluk lainnya. Pengabdian sang murid akhirnya akan
berkembang lebih lanjut lagi yaitu dengan mendahulukan kepentingan mahluk
lainnya diatas kepentingan pribadinya.
Inilah makna yang sebenarnya dari membina
ikatan samaya sang murid dengan jalan mengabdikan diri sepenuhnya terhadap
sang guru. Dimana pengabdian sang murid sebenarnya merupakan latihan pembinaan
cinta kasih yang tanpa batas terhadap seluruh mahluk.