Pada tahap awal, seorang yang memulai melatih
ilmu bela diri, pada awalnya cenderung merasa bangga dan sombong. Merekapun
cenderung untuk membanggakan Guru-guru mereka, hingga para pembina ilmu bela
diri yang hebat lainnya. Mereka tanpa sadar, seolah-seolah bercerita bahwa
pencapaiannya telah sama dengan orang-orang yang diceritakannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, pembinaan ilmu
bela diri yang mereka latih, juga secara tidak disadari akan merubah gaya hidup
mereka. Ketika dirinya merasa sedikit tersinggung, emosinya tampak cepat sekali
terbangkitkan. Ketika mengalami sedikit keributan, dirinya langsung merasa ingin
berkelahi. Secara tidak langsung, dirinya tampak memandang rendah orang-orang
lain yang tidak melatih ilmu bela diri.
Dilain pihak, bila dirinya melihat orang lain
yang telah mencapai tingkat ilmu bela tinggi yang lebih tinggi darinya. Dirinya
langsung merasa rendah diri dan minder. Dirinya langsung berubah total menjadi
diam dan kalem.
Saya melihat tahap awal ini, juga dialami oleh
para pembina awal spiritual. Mereka yang baru memasuki pembinaan spiritual,
cenderung untuk membincang-bincangkan pengetahuannya spirutalnya. Tetapi sangat
disayangkan, dimana tujuan perbincangan pengetahuannya spiritualnya, justru
dimotifasi untuk mengungkapkan kepada orang lain, bahwa dirinya adalah umat
pembina spiritual.
Mereka membincangkan masalah spiritual, bukan
dalam perbincangan diskusi yang membangun semua pihak. Tetapi mereka cenderung
untuk mengungkapkan dan memaksakan apa yang ada dibenaknya, tanpa mau menerima
pendapat orang lain. Akhirnya, mereka tidak lagi menyadari bahwa kefanatikan
telah menutupinya.
Sehingga mereka selalu mempunyai pandangan bahwa pembinaan
spiritual yang mereka jalankan, adalah yang paling benar, dan pembinaan orang
lain adalah salah. Disini mereka tidak lagi menyadari bahwa masalah kepercayaan
dan iman, adalah suatu hal yang sensitif , pribadi dan unik dalam setiap mahluk.
Mereka tidak menyadari bahwa semakin dirinya menyinggung masalah kepercayaan dan
iman orang lain, justru orang lain akan semakin menutup diri untuk menerimanya.