Pada tanggal 10 mei 1998, seorang wanita
mengundang saya untuk melihat keadaan dan fungsui rumahnya di Bandung.
Memasuki halaman rumahnya, tampak sebuah rumah yang lantainya cukup tinggi.
Dari pintu pagar menuju pintu utama rumah, terdapat 3 tahap tangga.
Di teras depan pintu utamanya berbentuk atap
dan lantai yang berbentuk segi delapan (pakua) yang hanya ditopang oleh dua
buah tiang didepannya. Lampu dipekarangan dan di teras juga tampak tidak
begitu terang. Memasuki pintu utama, lalu berjalan kekanan dan kemudian
menghadap kekiri akan terlihat ruang tamu. Saat berjalan menuju ruang tamu
akan melewati meja makannya. Para ahli-ahli fungshui lainnya juga akan
langsung mengetahui betapa buruknya fungshui rumah tersebut.
Saya kemudian dipersilahkan untuk duduk di
bangku ruang tamu, kemudian saya meneliti seluruh energi yang ada pada rumah
ini dengan memohon petunjuk dari Bunda Mulia untuk diberikan petunjuk dengan
penglihatan energi spiritual. Seketika itu mulai tampa jelas banyaknya sinar
yang berwarna keabu-abuan menekan dari langit-langit.
Energi ini berasal dari langit-langit
rumahnya yang kurang seimbang tingginya dibandingkan dengan luas ruang makan
dan ruang tamu yang menyatu. Energi keabu-abuan merupakan adanya penumpukan
energi chi negatif yang tidak dapat keluar.
Di depan rumah tampak energi yang selalu
berputar tak menentu, yang disebabkan oleh teras rumah yang berbentuk pakua.
Hal ini umumnya terjadi karena saat membuat teras dan atap yang berbentuk
pakua, tidak melakukan suatu upacara selamatan atau syukuran pemberkatan. Para
umat yang terlatih, berhati-hatilah dengan pemasangan barang yang berbentuk
pakua dirumah, sedikitnya harus dipasang pada hari yang baik atau dapat pula
ditambah dengan upacara permohonan pelimpahan berkah dan penolakan halangan.
Atas petunjuk dan kuasa dari Bunda Mulia,
saya memohon Bumipati setempat untuk hadir membantu memberikan penjelasan
lebih lanjut tentang keadaan lainnya. Bumipati menerangkan akan adanya suatu
sumber energi Im negatif di kamar tidur utamanya. Saya lalu memohon pada
pemilik rumahnya untuk melihat kamar tidur utamanya. Wanita ini lalu
mempersilahkan saya untuk melihat kamar tidurnya.
Memasuki kamar tidurnya, tampak energi Im
yang kuat disebabkan oleh adanya beberapa energi roh yang menetap di kamar
ini. Sayapun memohon kepada mereka untuk segera meninggalkan rumah ini. Atas
berkah dari Bunda Mulia, semua energi roh ini segera meninggalkan rumah ini.
Rupanya energi ini berasal dari rumah-rumah lain sebelahnya. Juga disebabkan
rumah ini tidak memilliki penjaga rumah atau Bumipati yang khusus menetap,
sehingga energi -energi roh lainnya dapat menetap semaunya.
Untuk mengatasi hal yang demikian saya
menyarankan kepada pemilik rumah untuk memberikan persembahan 108 teratai
kertas pada bulan tujuh kalendar bulan, sehingga seluruh energi roh
gentayangan yang berada didalam alam lainnya dapat terlahirkan di alam yang
lebih baik. Wanita ini juga menyanggupi permintaan saya.
Bumipati kemudian menunjukkan saya adanya
energi yang tersembunyi. Ternyata tembok di dekat meja makan memancar banyak
energi chi negatif. Walau tembok ini tampak secara fisik rata dan lurus,
tetapi energi negatif yang tampak sangatlah besar. Sayapun pernah mendapat
ajaran tentang energi yang tersembunyi pada fungsi dari guru saya, Wanita Berjubah Biru.
Walau telah memahami akan adanya suatu
energi yang tersembunyi didalam fung-shui tetapi secara praktek saya belum
pernah melihat bagaimana sebenarnya. Saat ini sungguh suatu pengalaman yang
berarti, karena saya dapat melihat kenyataan yang sesungguhnya tentang energi
yang tersembunyi. Pada umumnya energi yang tersembunyi ini sulit dideteksi,
tetapi dengan memohon bantuan dari Bumipati maka segala energi yang
tersembunyi pasti dapat terungkap. Inilah salah satu manfaat dari bersahabat
dengan Bumipati, dimana Bumipati dapat mengungkapkan apa yang tersembunyi.
Kemudian saya memohon pada Bunda Mulia untuk
menampakkan energi ini kepada pemilik rumah dan umat lainnya, agar mereka dapat
mengerti dan memahami maksud saya. Lalu saya menyuruhnya untuk memperhatikan
tembok tersebut. Dia memandang tembok itu beberapa menit, lalu tiba-tiba dia
berteriak, " Wow, kenapa temboknya berubah menjadi seperti pintuk lipat yang
di tekuk separuh. Sehingga pintu ini tampaknya seperti banyak lipatan yang
berbentuk segitiga. Semua segitiga ini ujungnya mengarah pada bangku ruang
tamu yang saya duduki. Kemudian saya memberikan beberapa petunjuk untuk
mengatasi seluruh masalah yang dihadapinya.
Beberapa bulan kemudian, wanita ini datang
berkunjung ke tempat saya. Dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas
bantuannya saya sebelumnya sehingga segala masalah yang dihadapinya dapat
terselesaikan satu persatu dengan cepatnya. Dirinya menjelaskan banyaknya
bantuan yang tidak terduga-duga sehingga segalanya dapat terselesaikan dengan
cepat.
Saya memahami maksudnya, karena sebenarnya
bantuan yang tidak terduga-duga tersebut merupakan hasil jerih payah dari
Bumipati di tempatnya yang telah membantunya untuk mencarikan jalan keluar
yang terbaik baginya. Sungguh luar biasa bantuan dari Bumipati, saya banyak
membantu para umat dengan menggunakan Bumipati setempat.
Bilamana Bumipati telah bersedia untuk membantunya, maka
segala masalah pasti akan lebih mudah diselesaikan. Para umat yang terlatih,
jangan bersombong diri dan menganggap rendah terhadap Bumipati, yang telah ada
sebelum manusia.