Apa Yang Kita Lindungi
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
Spiritual Bagian 1
- oleh: Wisnu Prakasa")
Walaupun disiang hari kita merasa berbeda dengan yang
lainnya, kita selalu menganggap diri kita sebagai pribadi yang spesial dan
khusus. Kedudukan dan harta yang membuat ego dalam diri lebih menguasai kita.
Bila kita pahami lebih dalam, di malam hari disaat
tertidur. Diri kita dengan yang lainnya tidaklah berbeda sedikitpun. Kita
bagaikan mahluk yang lemah, dan tiada lagi kekuasaan dan harta yang dapat
melindungi diri kita.
Bukankah kita tidak dapat menjagai harta kita selama 24 jam penuh,
Demikian pula kita TIDAK mungkin dapat menjagai kehidupan ini setiap saat.
Jangankan kematian yang datang, kedatangan mimpi di saat
kita tidurpun tidak dapat dicegah. Bila kita pahami, disaat mimpi yang
sedemikian sederhana dapat datang dan pergi sesukanya tanpa dapat dicegah. Apa
yang dapat kita lindungi dari harta dan tubuh ini ?
Apakah yang dapat menolong kita untuk dapat menghindari
datangnya sang mimpi ? Kekuasaan dan harta yang kita miliki semuanya tidak
lagi dapat bermanfaat untuk melindung kita dari datangnya sang mimpi, apa lagi
untuk menangkap dan menguasai sang mimpi tersebut.
Bilamana sang mimpi saja sudah tidak dapat kita lawan atau
dicegah datangnya, bagaimana bila sang kematian yang datang ? Kedudukan dan
harta yang kita punyai tidak dapat mencegah datangnya kematian. Seluruh mahluk
mengetahui bahwa kematian pasti datang, tetapi apakah mereka telah bersiap
diri untuk menghadapi datangnya sang kematian tersebut.
Para murid Bunda Mulia, selalu membina kehidupan spiritual
untuk menghadapi keadaan disaat sang kematian datang. Mereka membina agar
kesadarannya tetap jernih setiap saat di segala alam. Walaupun ketika bermimpi, kesadaran
sejati mereka tetap jernih sehingga kesadarannya tidak terperdaya oleh alam
mimpi tersebut yang sesungguhnya bersumber dari gambaran kemelekatan pikiran
sendiri.
Gambaran pikiran yang timbul dialam mimpi tidak lagi dapat
memperdaya kesadaran para pembina ajaran Kesadaran Sejati. Dimana datangnya
sang mimpi diwaktu tidur, merupakan suatu latihan dan pengalaman nyata bagi
para pembina ajaran Kesadaran Sejati.
Mereka yang dapat menjaga kesadarannya tetap jernih di
waktu bermimpi. Tentu dapat lebih mudah untuk menghadapi masa kematiannya.
Dimana alam hidup sekarang, alam mimpi dan alam kematian tidak lagi dapat
memperdaya kesadarannya.
Para pembina kesadaran sejati, membina ajaran Kesadaran Sejati bertujuan
untuk melindungi Kesadaran Sejati dari berbagai gambaran kemelekatan pikiran
yang dapat menjelma diberbagai alam. Hanya dengan membina Kesadaran Sejati,
mereka dapat melindungi kesadarannya agar tetap jernih dari segala kemelekatan
dan jelmaan gambaran pikiran yang tidak terbatas disaat sekarang, disaat
mimpi, hingga disaat meninggal.