Home
Back
Info Dharma
Galleria

Apa Bedanya
(dikutip dari buku "Kisah-kasih Spiritual Bagian X - oleh: Wisnu Prakasa")

Pada suatu kesempatan di bulan Agustus, tahun naga emas. Seorang umat senior dari satu aliran Tao di China berkesempatan mendengarkan ajaran Dharma Mulia, "Dasar Pembinaan Kesadaran Sejati". Ajaran ini memang sangat jarang sekali saya turunkan, berhubung dasar pembinaan masing-masing para mahluk sangat berbeda-beda.

Sesuai dengan petunjuk dan tradisi yang saya pegang. Ajaran ini hanya dapat saya turunkan pada kelompok kecil umat saja, kira-kira tidak lebih dari 20 umat. Tujuan saya membatasi, agar saya dapat lebih menuntun para umat satu persatu, sehingga setiap umat dapat memahami ajaran ini sebaik-sebaiknya.

Setelah selesai menjelaskan satu ajaran Dharma Mulia, umat senior ini langsung mendekati saya dan berkata:

"Sangat luar biasa, tidak mudah untuk mencapai tingkat Pencapaian Tao yang demikian dalam usia muda. Guru saya yang telah berumur diatas tujuh puluh tahun, tidak dapat menjelaskan ajaran Tao dengan demikian mudahnya. Saya benar-benar salut dan hormat.", katanya.

Saya merasa ucapan umat ini sangat berlebihan, sehingga saya tidak menanggapinya dengan serius. Tetapi umat ini terus memuji saya, dan akhirnya saya mengatakan kepadanya.

"Saya memang khusus menurunkan ajaran ini pada kelompok kecil saja, agar saya dapat menuntun setiap umat satu persatu. Dan saya harapkan agar setiap umat dapat lebih mengerti dan memahami dengan mudahnya. Tetapi bila saya harus menjelaskan ajaran ini, pada kelompok lebih besar lagi, tentu saya tidak dapat dibandingkan dengan para Master Tao tersebut.", jelas saya sejujur.

"Saya mengetahui bahwa Ajaran yang baru saya dengar ini, adalah ajaran yang Tinggi dan sulit dalam agama Tao. Tetapi Ajaran ini dapat diajarkan dan dijelaskan dengan begitu mudahnya. Walau saya telah banyak mempelajari buku-buku ajaran para Master Tao terdahulu. Dan telah mempelajari Ajaran Tao dari beberapa Master Tao. Baru kali ini saya dapat memahami Ajaran Tao, dengan sebenarnya. Suatu berkah yang sangat luar biasa, berkesempatan mendengarkan Ajaran ini. ", katanya lagi.

"Para Master Tao di masa lampau, tentu akan mengajar pembinaan spiritual sesusai dengan kondisi dan keadaannya. Dan saya mengajar pembinaan spiritual sesuai dengan kondisi dan keadaan sekarang.", lanjut saya.

"Apa bedanya pembinaan spritual yang diajarkan oleh para Master Tao di masa lampau, dengan pembinaan spiritual yang diajarkan sekarang?"

"Bahasa kami yang berbeda.", jawab saya dengan tersenyum.

"Hanya bahasa, apakah ada perbedaan lainnya ?" tanyanya lebih lanjut dengan penasaran.

"Mungkin masih adalagi, sekarang saya ingin bertanya. Menurut anda, berapa lama para Master Tao mengajar para umat di masa lampau ?" tanya saya.

"Mereka tentu telah mengajar selama bertahun-tahun.", jawabnya .

"Benar, ini juga perbedaannya. Para Master Tao telah mengajar selama bertahun-tahun, tetapi saya hanya mengajar sekarang ini.", kata saya dengan tersenyum kembali.

"….", umat ini diam kembali kebingungan merenungkan jawaban saya.

"Sekarang saya ingin bertanya lagi. Apakah bedanya umat dari para Master Tao dimasa lampau, dengan anda sekarang ?"

"Tidak tahu." jawabnya dengan sedikit malu.

"Kamu sudah mengetahui jawabnya sekarang." kata saya singkat.

"Saya benar-benar tidak mengerti.", katanya dengan kebingungan.

"Ajaran Tao sejak awal hingga hari ini selalu sama, tetapi mengapa pemahaman umat sejak masa lampau hingga sekarang, selalu tidak sama ? Sungguh suatu bukti nyata bahwa gambaran pikiran memiliki jelmaan yang tidak terhingga sejak lampau hingga hari ini. "

"….", umat ini hanya terdiam merenungkan jawaban saya.

Lalu dengan tiba-tiba dirinya memberi hormat dan berkata, "Sungguh luar biasa. Saya benar-benar mehamahi kebenarannya, terima kasih.".

Walaupun saya tidak akan mengungkap intisari ajaran yang terkandung didalam perbincangan singkat ini, saya mengajak para umat lain untuk mencoba mehamami sendiri ajaran apa yang terkandung dalam perbincangan saya dengan umat ini.

Ajaran yang terkandung dalam perbincangan singkat ini sangat tersembunyi. Umat ini akhirnya dapat memahami intisari ajaran yang tersembunyi, juga disebabkan karena dasar pembinaan spiritualnya yang cukup baik.

Inilah alamiah proses belajar dan mengajar dalam pembinaan kehidupan spiritual yang saya lakukan. Saya mengakui sejujurnya bahwa dalam mengajar kepada umat umum, saya cenderung memilih ajaran yang lebih mudah dimengerti dan dipahami oleh seluruh umat. Dan ajaran lainnya yang lebih sulit, saya lebih memilih penurunan ajaran secara kelompok kecil. Sehingga seluruh ajaran, baik yang mudah hingga yang sulit dapat dipahami oleh para umat.

Dalam pembinaan kehidupan spiritual, saya lebih cenderung mengutamakan kwalitas (mutu) dibanding kuantitas (banyak). Bila saya boleh memilih, saya lebih menyukai menuntun sedikit umat, dan setiap umat yang saya tuntun dapat memahami seluruh ajaran Dharma Mulia. Dibanding menuntun banyak umat, tetapi sangat sedikit yang dapat memahami ajaran Dharma Mulia.

Demikian pula perbincangan singkat dengan umat diatas, karena saya memahami kesiapan umat tersebut untuk menerima ajaran khusus, dan juga berjodoh dengan saya. Maka saya dapat menuntun perbincangannya, menjadi suatu pengajaran yang tersembunyi.

Bila ajaran yang demikian, saya sampaikan kepada umat umum. Berapa banyak umat yang dapat mengungkapkan ajaran yang telah saya sampaikan pada perbincang yang singkat ini ?

  • Walau dapat mendengar ajaran yang ada dalam perbincangan ini,
            Apakah dapat mengerti ajaran ini sepenuhnya ?

  • Walau telah mengerti ajarannya,
            Apakah dapat memahami ajaran ini sepenuhnya ?

  • Walau telah memahami,
            Apakah sanggup untuk membinanya ?

Saya banyak memahami alamiah berbagai ajaran Dharma yang sulit dimengerti, dan sangat sulit dipahami, apalagi untuk dibinanya. Alamiah keadaan para umat yang berbeda-beda, menjadikan saya harus membedakan tingkat pengajaran ajaran Dharma yang saya sampaikan kepada para umat. Perbedaan yang timbul, bukan karena saya yang membedakannya. Perbedaan ini tergantung dari jodoh, karma, dan yang terutama adalah dasar pembinaan kehidupan spiritual masing-masing mahluk.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.