Alamiah Kesadaran
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian
8 - oleh: Wisnu Prakasa")
Pada bulan July 2000, beberapa umat dari satu vihara luar
kota. Mengundang saya untuk memberikan beberapa ajaran Dharma di vihara
mereka. Pada kesempatan ini, mereka juga menanyakan ajaran dharma. Inilah
salah satu pertanyaan menarik dari seorang umat:
"Saya telah banyak membaca berbagai macam kitab, dan
sutra. Di dalam kitab dan sutra ini banyak mengemukakan tentang Kesadaran.
Semakin banyak saya membaca, semakin bingung dalam memahami kata Kesadaran.
Mohon bimbingan , agar dapat menjelaskan dengan singkat tentang kesadaran yang
dimaksud didalam kitab dan sutra-sutra. Untuk memahami arti Kesadaran rasanya sudah sangat sulit
sekali." Seorang umat mengajukan permasalahannya dalam kesempatan
tanya-jawab ini.
"Bila anda terikat dengan pengetahuan dari kitab saja,
maka semuanya tampak terasa sulit dipahami. Kitab dan sutra hanya merupakan
petunjuk, dan hanya dengan membinanya maka kita baru dapat memahami intisari
ajaran yang terkandung didalamnya. Dan untuk dapat membinanya, kita harus
memulai dari tahap awal. Seperti halnya dengan seorang anak kecil yang baru
belajar berjalan, pasti dimulai dengan mencoba satu persatu langkahnya.
Setelah dapat berjalan, untuk berlari tidak lagi menjadi hal yang sulit
baginya." jelas saya.
"Terima kasihy, saya menyadari kesalahan saya yang
selalu ingin merasa cepat mencapai apa yang saya baru baca. Mohon satu hal
lagi,Saya mohon agar kiranya guru bersedia untuk
memberikan petunjuk yang lebih mudah dipahami tentang Kesadaran. Hingga kini
saya benar-benar bingung, karena kata 'Kesadaran' tampaknya sangat berbeda di
setiap sutra." Mohon
umat ini sekali lagi.
"Sebenarnya yang dimaksud dengan Kesadaran, tidak
berbeda didalam setiap sutra. Tetapi karena alamiah Kesadaran yang tidak
terbatas oleh pikiran kita. Maka pikiran kita tidak dapat memahami kesadaran
tersebut. Bila anda sudah dapat kembali pada kejernihan Kesadaran. Maka
seluruh sutra yang anda baca, anda akan melihat keindahan dan kebenaran akan
makna Kesadaran yang tertera. Untuk dapat mencapai tahap kejerniah kesadaran,
saya hanya dapat menunjukan dan membimbing anda. Tetapi anda
sendiri yang harus memahami Kesadaran anda yang sebenarnya. Dalam hal ini saya
hanya dapat memberikan sedikit petunjuk akan alamiah Kesadaran. Semoga ini
dapat membantu anda, dalam pemahaman akan Kesadaran." Jelas saya.
"Terima kasih..." jawabnya dengan tersenyum
gembira.
"Sesungguhnya yang dimaksud dengan alamiah kesadaran
adalah keadaan kejernihan yang terbebaskan dari segala kemelekatan yang timbul
dan membekas. Saya dapat memberikan sedikit gambaran tentang alamiah kesadaran
ini. Dimana tubuh ini akan menua rapuh, walaupun kita sangat menyayanginya.
Dan kematian akan datang, walaupun kita tidak menyenanginya. Jika anda terlalu
melekat dengan keindahan tubuh anda, maka anda akan semakin sulit menerima
proses penuaan tubuh anda. Inilah kemelekatan yang timbul dan memperdaya
kesadaran anda. Demikian pula bila anda tidak dapat menerima datangnya
kematian, bagaimana mungkian anda dapat meninggal dengan kesadaran yang
jernih."
"Terima kasih, sekarang saya mulai dapat memahami
tentang kesadaran." Ungkapnya dengan gembira.
"Baik sekali, hal ini juga merupakan alamiah kesadaran. Dimana apa
yang saya jelaskan hanya sesuatu kebenaran umum yang tidak sulit dipahami.
Semua mahluk sebenarnya telah mengetahui, tetapi sayang mereka tidak dapat
memahaminya dengan kesadaran yang jernih. Hal ini yang selalu menjadikan
mereka merasa sulit dan jauh dari pemahaman intisari ajaran Dharma. Om Mani
Padme Hum." Kata saya sambil menutup sesi tanya jawab yang ini.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —