Ajaran Terlahir Kembali
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 12
- Wisnu Prakasa")
Om Mani Pade Hum:
Penjelasani singkat tentang Ajaran Terlahir Kembali:
Kadang untuk memulai jalan kehidupan Spritual, masih banyak para mahluk masih
terikat dangan perbuatan-perbuatan buruk masa lampaunya. Ketika mereka memulai
mencoba membaca mantra, berpuja-bhakti, dan bermeditasi, selalu saja tampak
bayangan perbuatan buruknya dimasa lampau. Seorang pembunuh yang telah bertobat
sekalipun, walau dalam kehidupan sehari-harinya, dapat menolak gambaran pikiran
akan pembalasan dendam dari roh-roh yang dibunuhnya. Tetapi, apakah didalam
mimpi, dirinya dapat benar-benar terbebaskan dari segala mimpi buruk yang timbul
setiap saat.
Walau sudah bertobat, dan mulai menjalankan Ajaran Dharma, tetapi jika
bayangan masa lalu terus menerus mengganggu pembinaan spiritualnya, bagaimana
mungkin dapat mencapai hasil yang maksimal. Bagi mereka yang sudah
benar-benar bertobat dan berniat memulai menjalankan Ajaran Dharma, maka
mendapatkan Ajaran Terlahirkan Kembali merupakan salah satu awal yang sangat
baik.
Pemahaman Ajaran Terlahirkan Kembali adalah sangat singkat, dimana para
umat sejak saat ini juga, bertobat dari segala perbuatan buruk masa lalunya, dan
tidak akan mengulangi lagi. Dengan bantuan seorang Guru Spiritual, selanjutnya
dilakukan tata-cara yang melambangkan, dirinya mengubur segala perbuatan
buruknya beserta perlambangan tubuhnya sebagai pelunasan karmanya.
Kemudian,
Guru Spiritual akan mengadakan tata-cara sebagai Kelahiran Kembali, yang
melambangkan sang umat ini seketika itu juga terlahirkan sebagai Mahluk
Spiritual yang baru, dan Guru Spiritual akan memberikan suatu nama baru yang bersifat spiritual. Nama baru ini dapat diambil dari: nama para mahluk
suci, nama yang bersifat spiritual, atau nama-nama yang mengandung makna yang
tinggi. Pemberian nama baru ini, bertujuan agar umat ini dapat lebih memahami
dan mengerti bahwa dirinya telah terlahirkan kembali sebagai mahluk spiritual,
dan memulai kehidupan baru di jalan pembinaan Spiritual.
Segala perbuatan buruk di masa lampaunya, tidak
lagi menjadi bagian dalam kehidupannya. Hal ini bagaikan menanggalkan segala
baju kekotoran dan memakai baju baru yang bersih. Selanjutnya, dirinya akan
menjalankan kehidupannya bagaikan menjaga bajunya agar tetap bersih dari segala
noda-noda keburukan.
Ajaran mempunyai makna dan tujuan yang sangat baik ini,
tetapi sangat disayangkan, saya melihat Ajaran yang demikian, banyak
disalah gunakan oleh beberapa umat. Sehingga banyak umat yang cenderung untuk
berganti-ganti baju semaunya dan sesuka hatinya. Jika dirinya merasa baju yang dikenakan sekarang
sudah kotor, maka dirinya akan mencari baju lainnya dengan mudahnya. Mereka
tidak lagi menyadari, bahwa permasalahan yang sebenarnya bukan karena bajunya
yang kotor. Mereka tidak lagi menyadari bahwa dirinya sendiri yang tidak dapat
menjaga kebersihan bajunya.
Hingga sekarang ini, telah banyak Mahluk Suci yang menurunkan
berbagai Ajaran pembinaan spritual, yang dapat bermanfaat mengurangi dan
memperkecil gambaran dan akibat perbuatan buruknya masa lalunya. Tujuan dari penurunan Ajaran ini,
sebenarnya untuk menekankan, agar bagi para Mahluk yang mulai menjalankan
pembinaan spiritual, harus bertobat akan seluruh perbuatan buruk yang telah
lakukannya, sehingga mereka tidak lagi mengulangi perbuatan-perbuatan buruknya. Dan sebagai Mahluk pembina jalan spiritual, yang membina rasa
welas asih terhadap seluruh mahluk, mereka harus melakukan perbuatan baik
sebanyak-banyaknya. Ajaran ini bagaikan mengajarkan kepada para umat cara
menghilang noda yang melekat pada baju mereka, dan menjaga agar bajunya tidak
lagi ternoda oleh kekotoran-kekotoran lainnya.
Sangat disayangkan alamiah ajaran ini, juga
disalah gunakan oleh beberapa umat yang cenderung berpikir sempit. Mereka bahkan
tidak khawatir untuk berbuat buruk, karena mereka merasa bahwa setiap saat
mereka dapat membersihkan dengan mudahnya. Mereka tidak menyadari bahwa maksud
ajaran tersebut, bukan bertujuan untuk hal yang demikian. Mereka tidak menyadari bahwa
noda-noda mereka semakin melekat dan semakin sulit dibersihkan.
'Bila tubuh, ucapan, dan pikiran masih belum
terbersihkan.
Walau seratus baju dimilikinya, seratus baju akan terkotori.'
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —