Ajaran Dharma yang hanya
didengar,
tidak akan jelas tujuannya.
Ajaran Dharma yang hanya dilihat,
tidak akan tampak kebenarannya.
Ajaran Dharma yang hanya
diketahui,
tidak akan berguna dalam kehidupan.
Ajaran Dharma yang hanya
dipelajari,
tidak akan membantu pembinaan spiritual.
Ajaran Dharma harus dipahami,
sehingga manfaatnya akan terungkap.
Ajaran Dharma harus dibina,
sehingga manfaatnya dapat terasakan.
( Jakarta, 1999)
Ajaran Dharma Mulia diturunkan oleh Bunda
Mulia, sebagai suatu ajaran yang harus dipahami. Untuk dapat memahami suatu
ajaran, dibutuhkan suatu pembinaan yang tekun. Dimana untuk dapat memahami suatu
ajaran Dharma, maka harus membina ajaran dharma secara langsung dalam kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian, kita akan menjadikan ajaran dharma sebagai bagian
dari diri sendiri yang tidak terpisahkan.
Dengan ketekunan yang sungguh-sungguh dalam
pembinaan kehidupan spiritual, kita akan dapat lebih memahami intisari
ajaran-ajaran dharma yang sesungguhnya. Dimana kehidupan kita akan menjadi
kehidupan dharma, dan dharma adalah menjadi bagian diri sendiri yang tidak
terpisahkan lagi. Satu kesatuan ini adalah dasar pembinaan yang mutlak, untuk
dapat mengungkapkan intisari pemahaman ajaran dharma yang sebenarnya.
Mereka yang telah bersungguh-sungguh untuk
menjalankan kehidupannya sebagai kehidupan dharma, mereka adalah yang pantas
dinamakan sebagai ‘Mahluk Spiritual’ yang menjalankan ‘Kehidupan Spiritual’.