Agama Tidak Pantas Dibandingkan
(dikutip dari buku
"Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI : Wisnu Prakasa")
Ada satu pertanyaan yang agak aneh bagi saya, tetapi saya
justru telah ditanya beberapa kali oleh beberap umat agama Buddha. Inilah
pertanyaan mereka, dan jawaban saya:
Q: “Mengapa saya juga membantu umat dari agama dan aliran
lain?”
Saya telah menjelaskan beberapa kali, bahwa dasar utama saya
membantu umat dari berbagai agama dan aliran lain, sebab saya tidak
membeda-bedakan para mahluk yang menjalankan pembinaan kehidupan spiritual
agama.
Secara pribadi saya memiliki pandangan bahwa umat dari agama
dan aliran lain, juga memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai
Kehidupan Yang Lebih Baik dari kehidupan yang sekarang.
Disini saya melihat secara global adanya suatu tujuan yang
sangat mirip, dari masing-masing agama dan aliran. Sehingga saya dapat
mengatakan bahwa: “Walau setiap agama TIDAK sama, tetapi setiap agama memiliki
TUJUAN dan KEBAIKAN yang mirip. Ketidak samaan yang mirip, menjadikan setiap
agama memiliki keunikan dan keindahan yang sangat luar biasa.”
Bila kita pahami lebih dalam dari Tujuan dan Kebaikan dari
masing-masing agama, yang didasari oleh suatu Ajaran Kebaikan yang unik. Dimana,
Keunikan dari Ajaran Kebaikan setiap agama ini, sangat tidak mungkin untuk
dibandingkan satu dengan yang lainnya, karena Ajaran Kebaikan adalah suatu hal
yang sangat sakral dan suci. Kebaikan yang terkandung dalam Sakralitas dan
Kesucian Ajaran Kebaikan, hanya pantas untuk dipahami, dibina, dan dicapai.
Tanpa adanya pemahaman dan pembinaan, adalah tidak mungkin untuk mencapai
intisari Ajaran Kebaikan yang sebenarnya.
Bila kita dapat menghormati Ajaran-Ajaran Kebaikan dari
masing-masing Agama, maka kita turut menghormati para Mahluk Suci yang telah
menurunkan Ajaran Kebaikan bagi kebahagiaan seluruh mahluk. Dengan demikian,
kita telah menjaga kesakralan dan kesucian seluruh Ajaran Kebaikan dari para
Mahluk Suci.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —