5 Dasar Intisari Sederhana
Pembinaan Spiritual
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 10
- Wisnu Prakasa")
Saya banyak bertemu para umat dari berbagai
macam aliran agama Buddha dan Tao. Dalam sebagian besar pertemuan saya dengan
mereka, saya banyak ditanya mengenai cara pembacaan mantra yang benar, cara
permohonan berkah, hingga masalah samaya dan sila, dsb.
Walau pengalaman saya masih sangat minim,
tetapi saya melihat permasalah yang mereka alami adalah permasalahan yang umum
di alami oleh para pembina spiritual lainnya. Pada tahap awal pembinaan
kehidupan spiritual, saya juga merasakan permasalahan dan kendala seperti
mereka. Dan saya memahami bahwa banyaknya kendala dan halangan dalam pembinaan,
juga merupakan bagian dari proses alamiah dari tahap awal pembinaan
kehidupan spiritual itu sendiri.
Mungkin dalam hal ini, saya lebih sedikit
beruntung beruntung. Dimana permasalahan dan halangan yang timbul dalam tahap
pembinaan spiritual, dapat saya atasi dengan lebih cepat. Semua ini atas berkah
dan bimbingan dari Bunda Mulia, para mahluk suci lainnya, Guru utama saya yaitu:
Wanita Berjubah Biru, serta para Guru Pembimbing Spiritual dari berbagai aliran
lainnya.
Untuk membantu para mahluk yang merasa telah
menjalankan berbagai pembinaan spiritual selama bertahun-tahun, seperti:
pelafalan mantra, membina Puja Bhakti, membina pembayangan, meditasi. Tetapi
tetap merasa pembinaan spiritualnya tidak lagi mengalami kemajuan . Saya
berusaha membantu sepenuhnya, berdasarkan pengalaman pembinaan spiritual saya
yang masih sangat minim ini.
Untuk ini saya merangkum
kembali "5 Dasar Intisari
Sederhana Pembinaan Spiritual". Bila para mahluk dapat memahaminya dengan
sepenuhnya, maka jalan pembinaan kehidupan spiritual telah terbentang
lebar-lebari di hadapannya.
Pahamilah 5 Intisari Dasar Pembinaan Spiritual
yan sangat sederhan ini:
Bila anda dapat menjaga Pandangan, Samaya dan Sila,
seperti anda melindungi kedua mata anda.
Anda telah memahami makna
3 Perlindungan Agung yang sebenarnya.
Bila anda dapat memanjatkan doa permohonan
berkah, seperti bayi yang merengek minta disusui oleh ibunya.
Anda telah
memahami Pelimpahan Berkah yang sebenarnya.
Bila anda dapat menyebut nama Para Mahluk Suci Pencapaian
Agung, seperti seorang anak yang kecil yang membanggakan pahlawan film karton
barunya.
Anda telah memahami makna ke-Agungan yang sebenarnya.
Bila anda dapat mengucap mantra, seperti
anak kecil yg menangis memanggil ibunya.
Anda telah memahami intisari mantra hati yang sebenarnya.
Bila anda dapat menenangkan pikiran, seperti
seorang anak bayi yang menyusui dipangkuan ibunya.
Anda telah memahami
ketenangan pikiran yang sebenarnya.
( Hua Lien, 1998 )
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —