3 Permohonan Untuk Sang Dewi
(dikutip dari buku "Kisah
Kasih Spiritual - oleh: Wisnu Prakasa")
Halangan di luar kadang sulit dilihat, tetapi banyak dibicarakan.
Halangan di dalam mudah
dilihat, tetapi diam dalam kebisuan.
Dalam suatu upaca Permohonan Berkah diawal tahun, para
pengurus dan umat di vihara memanjat doa-doa permohonan kepada para Buddha dan
Bodhisattva di sepuluh penjuru alam.
Kebetulan pada saat itu, salah satu utusan Dewi Yauw Ce Cin Mu mendengar dan
tergerak hatinya untuk mendengar permohonan para umat vihara.
Setelah cukup lama mendengar doa-doa permohonan yang dilantunkan dengan lantunan
puja-puji yang indah dan diiringi berbagai alat-alat musik yang indah dan merdu. Utusan
Dewi Yauw Ce Cin ini menampakkan diri, dan mengabari bahwa kedatangannya untuk
mengabulkan 3 permohonan kepada umat vihara ini.
Mengetahui kedatangan sang Dewi,
utusan Dewi Yauw Ce Cin MU yang akan mengabulkan 3 permohonan mereka, mereka
langsung berunding untuk memutuskan apa yang akan mereka mohonkan. Dalam waktu
kurang dari 2 menit, mereka telah sepakat memutuskan akan permohonan pertama.
Dan para umat meminta ketua pengurus yang mengajukannya.
Ketua Pengurus berdiri dan bersembah sujud
memberi hormat di hadapan sang Dewi, sambil berkata:
“Permohonan kami yang pertama, Mohon Dewi melimpahkan berkah REJEKI kepada kami
semua, sehingga bilamana kami telah dicukup rejeki yang berlimpah, kami dapat
membina diri lebih baik lagi”.
Utusan Dewi Yauw Ce Cin Mu: “Permohonan terkabulkan, Om Mani Padme Hum:”.
Lalu sang Dewi berdiri, dan memberkati berkah REJEKIkepada setiap umat satu
persatu.
Seketika itu juga, para umat dan pengurus langsung merasakan suatu berkah keberuntungan yang luar
biasa. Sungguh suatu pelimpahan welas asih yang tidak terhingga dari sang Dewi.
Kemudian
para pengurus dan umat memohon diberi waktu untuk berunding kembali membahas
permohonan yang kedua. Dalam waktu kurang
dari 2 menit pula, mereka telah sepakat akan permohonan yang kedua ini.
Ketua Pengurus kembali berdiri dan bersembah sujud
memberi hormat, sambil memohon: “Terima
kasih sang Dewi, atas kesempatan permohonan kami kedua ini, Mohon Dewi Welas Asih
melimpahkan berkah KESEHATAN kepada kami semua. Dengan cukup rejeki dan tubuh
sehat, kami akan lebih baik membina diri.”
Utusan Dewi Yauw Ce Cin Mu: “Permohonan terkalbulkan, Om Mani Padme Hum:”.
Lalu tampak dari tubuh sang Dewi memancarkan
sinar kemilau emas keseluruh penjuru, sehingga seluruh umat tersinari oleh sinar
emas sang Dewi yang sangat luar biasa. Tubuh para umat yang terkena sinar emas
dari sang Dewi, seketika itu juga mereka merasakan lebih sehat dan
muda 10 tahun.
Para umat dan pengurus begitu takjub akan kehebatan dan welas asih sang Dewi,
yang telah 2 kali mengabulkan permohonan mereka seketika itu juga. Menyadari
permintaan mereka hanya tinggal satu lagi, maka para pengurus vihara memohon
waktu kepada sang Dewi untuk diberikan waktu sebenar lagi, agar dapat
merundingkan permohonan terakhir mereka.
Satu menit, dua menit, tiga
menit..... lima menit.... sepuluh menit berlalu.......
Waktu terasa sangat cepat sekali berjalan. Tetapi
tampak mereka masih berunding, dan belum juga
dapat memutuskan permohonan terakhir. Ada yang mengajukan akan vihara mereka
dapat berkembang dan menjadi nomor satu, ada yang mengajukan agar semakin banyak
umat yang datang bersembahyang di vihara ini, dan banyak pula yang mengajukan
permohonan untuk kepentingan pribadinya. Tiba-tiba ada satu umat baru di
belakang berdiri dan mengungkapkan bahwa 2 permohonan mereka yang telah didapat
hanya sebatas manfaat duniawi semata. Sebaiknya permohonan yang terakhir ini, di
gunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan pembinaan spiritual mereka.
Masukan terakhir yang cukup bijaksana, secara tidak langsung menyentil pikiran
para pengurus dan umat yang terus memaksakan keinginan-keinginan mereka semata.
Seketika itu juga membuat para pengurus dan umat terdiam dan hening beberapa
detik.
Selanjutnya mereka dapat berunding dengan tenang, sehingga dengan cepat pula
dihasilkan suatu keputusan akan permohonan terakhir yang ditujukan untuk
kemajuan pembinaan spiritual yang sebenarnya, dan bukan hanya sebatas kebahagian
duniawi seperti permohonan pertama dan kedua mereka.
Ketua Pengurus kemudian maju kehadapan sang Dewi, bersujud sambil memohon: “Saya
mewakili para umat dan pengurus vihara, memohon kepada sang Dewi untuk
mengabulkan permintaan kami yang terakhir ini. Mohon sang Dewi ‘Melenyapkan
segala halangan pembinaan spiritual kami, sehingga kami dapat membina diri
dengan baik dalam vihara ini.”
Sang Dewi kali ini tetap berdiam diri tidak bergerak sedikitpun.
Satu detik…berlalu
Dua detik... berlalu
Tiga detik…. berlalu
Empat detik…. berlalu
Lima detik….. berlalu, dan
terasa sangat perlahan.
Sang Dewi tetap berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun
dalam posisi teratai penuh.
Ketua vihara, para pengurus, dan para umat menunggu reaksi sang Dewi dengan hati
senang bercampur kebingungan.
Akhirnya satu menit berlalu terasa sangat lama, di dalam keheningan suasana dan
kebingungan.
Melihat sang Dewi tidak bereaksi sedemikian lama, Ketua Pengurus mulai mengira
mungkin sang Dewi tidak jelas mendengar permohonannya. Kemudian Ketua Pengurus
ini, kembali maju kedepan dan bersujud kembali dan memohon: “Mohon sang Dewi
mengabulkan permintaan ketiga. Kami mohon sang Dewi yang Welas Asih,
melenyapkan segala halangan pembinaan spiritual kami, sehingga kami dapat
membina diri dengan baik dalam vihara ini.”
Satu detik…
Dua detik...
Tiga detik….
Empat detik….
Lima detik….. berlalu, dan terasa lebih perlahan lagi.
Sang Dewi tetap berdiam diri
tanpa bergerak sedikitpun dalam posisi teratai penuh.
Seluruh pengurus dan umat semakin kebingungan, dan timbul rasa cemas.
Akhirnya 30 detik berlalu
terasa lebih lama lagi, di dalam keheningan suasana dan kecemasan hati yang
semakin tidak menentu.
Melihat sang Dewi tidak bereaksi, akhirnya seluruh para pengurus vihara
memberanikan diri maju dan bersujud sambil memohon: “Dewi yang Welas Asih yang
Maha Pengasih, Kami
mohon kabulkan permintaan kami yang terakhir ini.”
Satu detik…
Dua detik...
Tiga detik….
Empat detik….
Lima detik….. berlalu,
terasa lebih sangat perlahan lagi.
Sang Dewi tetap berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun
dalam posisi teratai penuh.
Seluruh pengurus dan umat semakin kebingungan dan penuh dengan berbagai gambaran
pikiran yang sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan.
Akhirnya 15 detik berlalu
terasa lebih sangat lama lagi, di dalam
keheningan suasana dan berbagai macam gambaran pikiran yang tak menentu.
Melihat sang Dewi tidak juga bereaksi, akhirnya seluruh umat memberanikan diri
bersujud dan memohon, “Mohon Dewi Welas Asih yang Maha Pengasih dapat mengabulkan permohonan kami yang
terakhir, demi kemajuan pembinaan spirutual kami. Bukankah Dewi Welas Asih
selalu berikrar
untuk membantu para mahluk untuk mencapai KeBuddhaan.”
Satu detik…
Dua detik...
Tiga detik….
Empat detik….
Lima detik….. berlalu,
terasa lebih sangat sangat lama lagi.
Sang Dewi tetap berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun
dalam posisi teratai penuh.
Ketua Pengurus merasa suatu keanehan, bukankah permintaan pertama akan Kesehatan
dan kedua akan Kebahagian sebenarnya jauh lebih sulit, dari pada permintaan
terakhir yang
ketiga untuk melenyapkan halangan dalam pembinaan.
Dirinya memberanikan diri berkata kepada sang Dewi, “Dewi yang
Welas Asih,
permintaan kami pertama dan kedua jauh lebih sulit, tetapi sang Dewi dengan
welas asih mengabulkan permohonan kami semua. Permintaan kami yang ketiga, jauh
lebih mudah dibandingkan permintaan yang pertama dan kedua. Dan permohonan kami
yang ketiga, demi pembinaan spiritual, bukan sebatas permohonan duniawi seperti
permohonan kami yang pertama dan kedua. Mohon sang Dewi mengabulkan permohon
kami yang terakhir, seperti apa yang telah sang Dewi janjikan.”
Tiba-tiba sang Dewi bangkit dari berdiri dari posisi meditasinya. Sang Dewi
memandang keseluruh umat, dan berkata, “Bila memang demikian adanya permintaan
kalian, saya akan mengabulkan permitaan ketiga yang terakhir ini. Dan saya mohon
pamit untuk membawa sumber utama halangan pembinaan spiritual di vihara ini. Om Mani
Padme Hum.........:”
Seketika itu juga sang Dewi lenyap dihadapan para umat………
dan.............. seketika itu juga para Ketua dan para Pengurus vihara lenyap juga dari
pandangan para umat.
OM MANI PADME HUM
HRI:
Semoga Seluruh mahluk selalu berada dalam pembinaan Dharma yang sesungguhnya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —