Home
Back
Info Dharma
Galleria

Menebus Dosa
(Oleh: herianto lim, submit: 19 April 2001 )

Jauh disana, hiduplah seorang sesepuh yang amat dihormati oleh penduduk desa. Suatu hari seorang Pemuda kaya datang bertanya, "Sesepuh, saya seorang usahawan bersih dan taat pada hukum, tidak pernah mencuri dan merampok, tapi anda terus menghimbau kami untuk mengakui Dosa, saya sungguh tak mengerti maksud anda".


"Anak muda, Duduklah dulu, nanti kujelaskan",jawab Sesepuh itu.

Tidak lama kemudian datang seorang Ibu tua dengan wajah gundah dan resah sambil meratap pilu. Ia berkata : "Sesepuh, saya telah berbuat Dosa, Bathinku sangat tersiksa, bagaimana saya harus menebus Dosa?"

"Jangan bersedih, Duduklah sejenak, nanti akan saya jelaskan",jawab Sesepuh.

Kepada anak muda, Sesepuh berkata : Berjalanlah 500 langkah ke Timur, lalu kumpulkan 100 buah batu kerikil kecil".
Dan Kepada Ibu tua,Sesepuh berkata: "Berjalanlah ke arah Barat, lalu bawalah sebuah batu besar ke sini".

20 menit kemudian, dua orang itu kembali sesuai dengan pesan Sesepuh. "Bagus,sekarang kembalikan batu itu ke tempat semula".

Mereka pun mengangguk dan membawa kembali batu tersebut. Si Ibu tua cepat sekali sudah meletakkan kembali batunya ke tempat semula, dengan hati yang lapang lalu segera pulang. Satu jam kemudian, masih terlihat pemuda itu terbingung-bingung dengan keringat yang membanjiri sekujur tubuhnya. Ditangannya masih tergenggam karung berisi banyak sekali batu kerikil, lalu ia sendiri berkata, "Batu ini sungguh kecil, saya tak dapat mengenal lagi tempat semula mereka".

"Batu-batu kecil itu ibarat dosa-dosa kecil yang kita pupuk setiap hari tanpa disadari. Seperti sikap Angkuh, Egois, Iri hati dan lain sebagainya yang dianggap sepele dan tidak diperhatikan. Lantas bagaimana mungkin kita dapat mengingatnya disaat memohon pengampunan Dosa ?", demikianlah penjelasan dari Sesepuh kepada anak muda itu.

Penjelasan :
Pepatah mengatakan : "Janganlah meremehkan perbuatan Baik dan Jahat. Orang yang berbuat Baik seperti Rumput pekarangan yang tidak tampak pertumbuhannya, tapi ia terus memanjang.
Orang yang berbuat Batil seperti batu asah yang tak tampak penyusutannya, tapi ia semakin mengecil". Suatu saat pasti ada Pembalasan.

 

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.