Jodoh KeBuddhaan
(Oleh:
herianto lim,
submit: 19 April 2001 )
Alkisah seorang umat yang memiliki keyakinan dan ketulusan terhadap
Bodhisattva
Avalokitesvara. Suatu hari terjadi Bencana kebanjiran dan ia segera meminta
pertolongan kepada Sang Dewi dengan memanjatkan Doa, "Namo Boddhisattva Avalokitesvara, selamatkanlah
hamba".
Tak lama kemudian ada yang datang dengan perahu kecil dan
meneriakinya, "Cepat naik ke Perahuku !"
Karena si umat tetap yakin bahwa Sang Dewi pasti datang
menyelamatkannya, maka dia tidak mempedulikan mereka yang datang ingin
menolongnya.
Air semakin tinggi hingga batas lututnya. Dia pun meminta dengan keras, "Namo
Bodhisattva Avalokitesvara, selamatkan umatmu ini".
Selesai puja doa, dari
kejauhan
tampak orang yang menggunakan kapal datang memanggilnya. Tapi dia masih terus
mengharapkan datangnya Sang Bodhisattva hingga kapal yang datang itu terpaksa
beranjak meninggalkannya.
Air sudah membasahi sebagian dadanya, si umat
menjerit sekuat-kuatnya, "Bodhisattva Avalokitesvara, cepat selamatkan diriku
!".
Tiba-tiba
dari angkasa melintas sebuah Helikopter yang datang untuk menolongnya dari
ancaman bahaya. Namun dia tetap bersikeras menunggu Sang Bodhisattva
menampakkan
diri. Terakhir datang Bodhisattva Chi Kung untuk menyelamatkan dirinya.
Dia mengeluh, "Saya umat yang bijak, kenapa tak kelihatan bantuan dari
Bodhisattva
Avalokitesvara"?
"Anda sungguh bodoh! Sang Bodhisattva yang telah datang
dengan Perahu, Kapal, helikopter dan yang terakhir Bodhisattva Chi Kung namun
kamu tidak mau menerima bantuan Beliau malahan sebaliknya menyalahi
Beliau. Sungguh
tak berjodoh !".
Penjelasan :
Sang Bodhisattva memiliki bermacam-macam rupa, hingga
mampu menyelamatkan manusia. Kapan dan dimana saja. Kalau ada yang terikat
pada keyakinannya dengan hanya mengenal satu wujud dan tidak menggunakan
kearifannya, bagaimana mungkin ada jodoh dengan Buddha-Bodhisattva?