Bersikap Luwes dan Bijak
(Oleh:
herianto lim,
submit: 14 April 2001 )
Dikisahkan seorang penyebar Agama yang amat fanatik terhadap ajaran agamanya
sendiri. Dia selalu menyampaikan Khotbah dimana-mana agar orang lain dapat
yakin terhadap ajaran Agamanya.
Suatu hari, ketika berada di sebuah kota kecil, dia dikunjungi tiga orang
gadis. Si juru khotbah melihat gadis pertama tanpa berkata apapun, lalu
berpaling menatap gadis ke dua dan memberikan sedikit wejangan. Ketika melihat
gadis ke tiga, dia tampak lebih bersemangat dan memberikan banyak wejangan.
Orang-orang di sekitarnya merasa aneh dan berpikir apakah gadis pertama tadi
tidak bijak dan hanya gadis ke tiga yang punya kebijakan hingga perlu di
bimbing terus?
Lalu si juru khotbah berkata : "Justru gadis pertama yang punya kebijakan,
sedangkan gadis ketiga tak punya keyakinan Agama. Karena
itu saya lebih memperhatikan dan menyampaikan khotbah untuknya".
Penjelasan :
Dalam perjalanan pembinaan diri, tidak semua orang memiliki derajat
kebijakan yang berimbang. Oleh karena itu dibutuhkanlah kearifan yang luwes
untuk membimbingnya.