Ketika Marah & Ketika Tertawa.
(dikutip dari buku "Kesadaran
Sejati
- Wisnu Prakasa")
Ketika Marah, Tertawalah;
Ketika Tertawa, Marahlah.
( Jakarta, 1996)
Saat kita marah, maka emosi marah yang berapi-api mulai bangkit. Perhatikanlah
emosi marah tersebut, maka kita akan TERTAWA melihat bangkitnya emosi marah
tersebut yang mulai menutupi kesadaran Sejati kita. Disini kita menertawai diri
kita yang sedang terbawa oleh gambaran Pikiran kita.
Saat kita tertawa, perhatikanlah emosi yang bangkit tersebut, maka kita akan
MARAH terhadap Pikiran kita yang telah terbawa oleh arus emosi tersebut.
Disini kita memarahi diri kita yang telah terbawa oleh Pikiran kita.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —