Kesadaran Sejati Bagaikan Nafas
(dikutip dari buku "Kesadaran
Sejati
- Wisnu Prakasa")
Bila kita menahan nafas maka akhirnya kita tidak akan tahan, dan bila kita
memaksakan untuk menghembuskan nafas terus maka kita tidak tahan.
Saat kita bernafas, biarkanlah secara alamiah. Kita tidak perlu menarik ataupun
menghembuskan nafas, nafas akan keluar dan masuk dengan teratur secara alamiah.
Demikian juga dengan emosi, janganlah kita menahan emosi ataupun memaksakan
emosi kita. Bilamana kita melakukannya, akhirnya emosi ini akan berbalik lebih
berat lagi.
Timbulnya emosi berasal dari alam pikiran yang tidak terkendali. Bilamana emosi
telah muncul, maka janganlah kita berusaha untuk menghilangkannya dengan menahan
ataupun melawan emosi yang timbul tersebut. Cobalah untuk membiarkan emosi itu
apa adanya tanpa mempengaruhi maupun dipengaruhi, biarkanlah emosi tersebut
timbul tanpa saling mempengaruhi. Rasakan dan pahami gejolak emosi yang timbul
seperti halnya kita merasakan jalur nafas kita yang timbul dan hilang silih
berganti.
Bila emosi mulai bangkit, pamahi dan sadari bagaimana emosi tersebut dapat
timbul. Jangan kita kehilangan kontrol yang mengakibatkan kita akan terbawa dan
terpengaruh oleh gejolak emosi dari pikiran. Bila kita terus membiarkan emosi
kita secara alamiah, maka secara perlahan-lahan emosi ini akan kembali tenang
dan hilang dengan sendirinya, seperti halnya nafas kita yang selalu kembali
teratur dengan sendirinya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —