Kelahiran Sebagai Manusia
(dikutip dari buku "Kesadaran
Sejati
- Wisnu Prakasa")
Sungguh suatu hal yang tidak menguntungkan untuk dilahirkan
sebagai manusia di alam kehidupan yang tidak abadi ini.
Setiap manusia pasti
akan mengalami umur tua, sakit, dan kematian.
Walau demikian manusia harus
bersyukur,
karena ternyata dilahirkan sebagai binatang akan jauh lebih menderita.
Walaupun umur tua, sakit, dan kematian akan datang setiap saat, manusia tidak
boleh takut menghadapinya. Manusia mempunyai akal-budi untuk mencari jalan
terbaik menghadapi penderitaan yang akan datang. Maka masalah yang terbesar bagi
manusia bukan umur tua, sakit, dan kematian. Umur tua, sakit, dan kematian pasti
akan datang setiap saat bila telah waktunya, tetapi bagaimana cara
menghadapinya.
Setiap mahluk hidup akan mengalami sakit. Dari sakit ringan hingga sakit berat,
selalu datang setiap saat. Para manusia yang tidak terbina, biasanya dalam
keadaan sakit akan diliputi oleh berbagai gambaran pikiran yang timbul
memperdaya kesadarannya. Rasa takut dan cemas selalu membayanginya. Kadang kala
mereka diliputi oleh berbagai perasaan bahwa para mahluk suci tidak lagi
mendampinginya, sehingga ada yang meratap menuntut kehadiran para mahluk suci
bahkan ada pula yang merasa kecewa dan menyesalkan penderitaannya.
Lain halnya dengan para pembina kesadaran sejati ketika mengalami sakit. Para
pembina ajaran Bunda Mulia tetap mempunyai kepercayaan dan keyakinan yang kuat
bahwa Yang Maha Kuasa, Bunda Mulia dan para mahluk suci lainnya selalu
besertanya. Sehingga sakit yang dialaminya tidak lagi menjadi suatu penderitaan
yang ditakuti, tetapi suatu proses alamiah yang akan dihadapinya dengan
kesadaran yang tetap jernih.
Setiap hari kita bercermin, dan melihat wajah kita tertera lambang peringatan
besar dari alam bahwa segala sesuatu tidak abadi. Sangat disayangkan hanya
sedikit mahluk yang menyadari bahwa keriput diwajah karena usia yang bertambah
adalah suatu peringatan yang nyata akan ketidak abadian.
Demikian pula dengan kematian.
Jangan dianggap sebagai suatu hal yang sangat
menakutkan, sehingga kita selalu takut dan merasa tidak pernah siap untuk
menghadapinya. Keadaan alamiah yang tidak menguntungkan ini, jangan sampai
menjadi suatu penghalang yang berat dalam proses pelepasan unsur roh dan tubuh.
Para pembina kehidupan spiritual menyadari bahwa kematian adalah proses yang
tidak dapat dihindari, tetapi kematian bukan suatu hal yang menakutkan karena
mereka telah mengetahui bagaimana caranya untuk menghadapi datangnya kematian
untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —