Awal Pemahaman Kesadaran
(dikutip dari buku "Kesadaran
Sejati
- Wisnu Prakasa")
Duduklah dengan posisi santai dan tenang, mata terbuka biasa, pandangan lurus
kedepan. Perhatikanlah keadaan sekeliling dengan tenang dan jernih, lalu rasakan
keadaan sekeliling ruangan keseluruhannya. Jangan memusatkan pandangan dan
terfokus pada satu benda atau objek apapun, tetapi pandanglah kedepan dan
rasakanlah keberadaan seluruh benda di hadapan kita tanpa keterikatan apapun.
Rasakanlah, sehingga diri anda bagaikan cermin yang hanya menerima gambaran
tanpa harus menimbulkan reaksi apapun.
Berusaha untuk memahami dan menyadari perasaan akan keberadaan dan keadaan dari
semua gambaran yang kita lihat dan rasakan disekeliling kita tanpa memfokus pada
object apapun yang timbul. Bilamana kita dapat memahami perasaan tersebut, kita
akan merasakan keadaan gambaran yang kita lihat dan diri kita sebagai
satu-kesatuan yang utuh dari keadaan yang tidak terpisahkan.
Bilamana kita telah dapat memahami keadaan ini dengan sebenarnya, perasaan kita
akan menjadi lebih lapang, lepas, jelas, terang, dan jernih. Kesadaran
terbangkitkan, sehingga gambaran pikiran tidak lagi dapat memperdaya kesadaran.
Berlatihlah dengan giat pemahaman dasar ini, karena perasaan lapang dan lepas
yang dimaksud tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Perasaan ini hanya dapat
dirasakan langsung oleh mereka yang menjalankannya dengan bimbingan langsung
oleh guru atau master spiritual.
Bilamana telah dapat mencapai dan merasakan suatu keadaan yang lapang dan
jernih, berusahalah untuk menjaga keadaan perasaan ini tanpa harus menimbulkan
suatu keterikatan akan perasaan maupun gambaran-gambaran lain yang mulai saling
bermunculan. Bilamana telah dapat mencapai dan merasakan keadaan ini, sebenarnya
kita telah kembali mengenal Kebenaran Sejati dengan menggunakan KESADARAN, yang
sebenarnya memang telah ada didalam diri sendiri.
Di saat anda merasakan sebagai satu-kesatuan dengan apa yang anda dengar dan
lihat pertama kali, proses kesadaran ini akan membawa alam kesadaran sejati
untuk bersatu kembali dengan intisari alam semesta. Inilah awal pembinaan
kesadaran sejati untuk KEMBALI KE ALAM AWAL (BACK TO TAO). Kita adalah Tao, dan
Tao adalah kita. Keadaan ini sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi hanya
dapat dipahami dengan kesadaran yang jernih.
Kemudian cobalah untuk berlatih mempertahankan keadaan dan perasaan yang
dihadapi saat ini selama 5 menit. Sebagai mahluk yang tidak terlatih, sangatlah
sulit untuk mempertahankan keadaan ini walaupun hanya dalam satu menit, karena
di dalam benak kita mulai timbul berbagai macam gambaran-gambaran lain yang
terus mengganggu dan berusaha untuk mengambil alih kesadaran awal kita. Bahkan
tanpa disadari lagi gambaran yang timbul ini telah mengambil alih kesadaran yang
pertama.
Walaupun mencoba untuk bertahan hanya dalam waktu 5 menit, rasanya sangat sulit
sekali untuk menjaga keadaan dan perasaan pertama ini. Jangan langsung
berputus-asa dalam menghadapi kendala awal yang timbul. Ini adalah halangan awal
yang normal bagi para mahluk yang memang belum terlatih. Hal ini disebabkan
karena sejak lahir manusia tidak pernah memahami akan kesadaran sejatinya,
sehingga mereka terbiasa membiarkan gambaran-gambaran tersebut untuk selalu
timbul hingga tidak terkendali dan tanpa disadarinya lagi.
Gambaran yang selalu timbul silih berganti disaat mencoba untuk tetap
mempertahankan dan merasakan kesadaran di awal pertama tersebut saya namakan
dengan PIKIRAN. Manusia sejak masa bayi terbiasa menangkap keadaan fenomena luar
dengan mengandalkan pikirannya, Akhirnya ketergantung akan pikiran semakin kuat.
Sehingga tanpa disadari mereka telah menjadikan pikiran yang selalu timbul tanpa
kendali sebagai jati dirinya.
Disaat pertama kali kita mencoba untuk merasakan keadaan sekeliling kita tanpa
menfokus pada objek apapun dan saat sebelum pikiran timbul, sebenarnya kita
telah kembali pada jati diri kita yang sesungguhnya walaupun pada awalnya hanya
beberapa detik. Disaat kita menyadari kejernihan kesadaran tanpa merasakan
timbulnya ikatan-ikatan dengan fenomena dan keadaan luar, sesungguhnya kita
telah kembali pada awal kebangkitan KESADARAN yang sesungguhnya. Inilah yang di
maksud dengan Jati Diri yang sebenarnya, dan merupakan jalan awal kembali pada
Tao dan Pencapaian Agung Sejati.
Sebagai mahluk yang tidak terlatih tentu tidak selalu menyadari timbulnya
Pikiran, sehingga pikiran selalu dapat menguasai setiap saat tanpa henti-henti.
Kesadaran Sejati yang pada awalnya murni tanpa noda, akhirnya tertutup rapat
oleh ketergantungan-ketergantungan pikiran. Mereka menganggap bahwa mereka
adalah master dalam diri mereka, tetapi sebenarnya mereka hanya sebagai budak
dari kekotoran pikirannya. Bilamana mereka tidak dapat mengalahkan keterikatan
dan keinginan yang ditimbulkan oleh gambaran pikirannya, bagaimana mungkin
mereka berani menyatakan telah menjadi master bagi dirinya ?
Ketidak-tahuan akan Kesadaran yang sebenarnya hanya menyesat kehidupan manusia,
sehingga apa yang mereka perbuat hanya sebatas mencari kebahagian untuk
memuaskan gambaran keinginan dari pikiran. Dimana penjelmaan keinginan dari
pikiran mereka yang tidak menyadari akan kesadaran sejatinya, merupakan suatu
penjelmaan pikiran yang tanpa batas.
Mereka tidak mengetahui bahwa semakin besar keinginan yang timbul, akan semakin
besar rasa kecewa yang akan di dapat. Akhirnya bilamana keinginan tersebut tidak
lagi dapat terpenuhi, semakin besar pula kesedihan dan penderitaan yang
dirasakannya.
Berhati-hati dalam mengartikan apa yang di maksud sebenarnya dengan Pikiran dan
Kesadaran. Lepaskan segala teori yang pernah anda ketahui tentang pikiran dan
kesadaran, karena kesadaran yang sesungguhnya jauh melampau segala teori yang
dibentuk oleh gambaran pikiran.
Saya hanya dapat memberikan bimbingan dan petunjuk, tetapi hanya anda yang dapat
menemukan dan kembali pada Kesadaran Sejati yang sebenarnya. Bagaikan seorang
yang menjelaskan tentang rasa garam, Ajaran Pembinaan Kesadaran Sejati hanya
menunjukkan dimana dan bagaimana caranya untuk mendapatkan garam, dan anda yang
mencicipi rasanya. Harus dipahami bahwa kebenaran rasa garam yang sesungguhnya
hanya dapat dipahami dan dimengerti bilamana anda sendiri telah mencicipi rasa
garam yang sebenarnya.
Selanjutnya Kesadaran yang telah dipahami harus terus di bina, agar Kesadaran
dapat selaras dan berpadu kembali dengan Roh Sejati. Kesadaran dan Roh Sejati
merupakan dua hal penting yang sangat berhubungan dan tidak dapat dipisahkan,
seperti seorang penunggang kuda yang membutuhkan kuda dan tali kelana untuk
mengendalikannya.
Walaupun sesungguhnya Kesadaran dan Roh Sejati bukanlah hal yang terpisah sejak
awalnya. Bilamana Kesadaran dan Roh Sejati telah terbangkitkan dan kembali
berpadu seperti pada awalnya, maka pintu Kesempurnaan Sejati telah terbuka
lebar-lebar didepan. Latih dan binalah selalu pencapaian ini, hingga mencapai
Kesempurnaan Agung Sejati.
Bilamana anda telah memahami apa yang dimaksudkan dengan keterangan diatas, Saya
mengucapkan “Selamat buat anda. Untuk pertama kalinya dalam kehidupan anda, anda
benar-benar dapat menyadari Kesadaran Sejati sebenarnya yang memang telah ada
sejak awalnya dalam jati diri anda sendiri”.
Sejak ribuan tahun yang lampau, Kesadaran inilah yang selalu berusaha
diungkapkan dan dibina oleh para master-master Tao dan para guru-guru besar
spiritual lainnya. Jika anda dapat memahami kesadaran anda yang sebenarnya, anda
akan lebih memahami ajaran-ajaran para master Tao dan para guru besar tersebut.
Sebenarnya mereka semua mengajarkan satu pembinaan dan pencapaian yang sama,
yaitu dengan kejernihan Kesadaran Sejati mencapai Kesempurnaan Agung Sejati.
Dengan menyadari Kesadaran ini, anda telah memasuki pintu awal Kebangkitan
Kesadaran yang pertama, yang berarti jalan menuju Kesempurnaan Agung Sejati
telah terbuka lebar-lebar dihadapan anda. Janganlah anda hanya puas dan
berbangga-diri dengan keadaan awal ini karena jalan mencapai Pencapaian
Kesempurnan Agung Sejati (Pencapaian Tinggi Tao) masih jauh didepan.
Catatan Akhir:
Pahamilah dengan baik apa yang dimaksud dengan Kesadaran dan Pikiran, lalu
binalah agar dapat mengerti alam ketunggalan dari Kesadaran Sejati.
Konsep dasar pengertian dari “Kesadaran dan Pikiran” dinamakan DUALISME ( Mind
dan Delusion ) dari pikiran dalam beberapa cabang dari aliran agama Budha dan
aliran agama Tao lainnya.
Konsep dan pengertian Dualisme pikiran sangat sulit dijelaskan kepada umat awam
yang tidak mempunyai karma baik yang kuat, Guru-Guru Besar Tao dan Buddha selalu
menekankan pentingnya latihan puja bhakti, pembacaan mantra, meditasi, gerakan
mudra, yoga, retreat, dan latihan-latihan lainnya.
Dengan melakukan puja-bhakti, pembacaan mantra, gerakan mudra, dan meditasi,
sebenarnya kita melatih Kesadaran kita untuk dapat memahami apa yang dinamakan
dualisme dari pikiran.