Home
Back
Info Dharma
Galleria

SADHARMA PUNDARIKA SUTRA VARGA
Bagian I

Saat itu Bodhisattva Akshayamati bangkit dari tempat duduknya. Dengan jubah di bahu sebelah kanannya terbuka. Beranjali kepada Buddha, sambil berkata : "O Lokanantha, Avalokiteshvara Bodhisattva. Apakah sebabnya dinamakan ' Avalokiteshvara' ?

Buddha menjawab pertanyaan Bodhisatva Akshayamati :

"Wahai Putra berbudi, bila terdapat ratusan ribu koti makhluk yang menderita berbagai kegelisahan. Bila mendengar Avalokiteshvara Bodhisattva dan sepenuh hati memuji nama-Nya 'Avalokiteshvara Bodhisatva' , akan segera mendengar suara mereka. Lalu membebaskan mereka dari segala penderitaan.

Bila terdapat orang yang memuliakan nama Avalokiteshvara Bodhisatva, sekalipun ia terjatuh ke dalam api yang menyala. Api itu tidak akan membakarnya. Karena pancaran mujiizat Bodhisattva itu.

Bila terdapat orang yang hanyut terbawa banjir, memanjatkan nama Avalokiteshvara Bodhisattva, maka ia akan selamat mencapai tempat yang dangkal.

Bila terdapat ratusan ribu koti makhluk, yang pergi mencari emas, perak, lazuardi, musaragarbha, akik, koral, mutiara, dan harta karun lainnya, dengan menyebrangi samudra. Seandainya perahu mereka dilanda badai, sehingga terdampar di alam setan Raksasa. Jika ada di antara mereka, walau seorang saja memanjatkan nama Avalokiteshvara Bodhisattva. Maka semua makhluk itu akan diselamatkan dari amukan sang raksasa. Inilah sebabnya maka Avalokiteshvara Bodhisattva dinamakan 'Avalokiteshvara'.

Seandainya ada orang akan dianiaya oleh para penjahat dengan memanjatkan nama Avalokiteshvara Bodhisattva, maka pedang penjahat itu akan patah berkeping-keping dan dirinya akan selamat.

Apabila di alam semesta seluas Trisuhasra Mahasahasra Lokadatu dipenuhi para Yaksa dan Raksasa, dengan maksud menggoda manusia, ketika mendengar nama Avalokiteshvara Bodhisattva dipanjatkan, maka para setan itu tidak akan berani melihat dengan mata kejamnya, apalagi mengganggu.

Dan jika terdapat seseorang, baik ia bersalah maupun tidak dibelenggu dengan rantai atau ikatan-ikatan lainnya memanjatkan nama Avalokiteshvara Bodhisattva, maka akan terbebas dari belenggu tersebut.

Apabila di alam semesta seluas Trisuhasra Mahasahasra Lokadatu dipenuhi oleh penyamun-penyamun yang bersenjata. Ada seorang pemimpin pedagang yang membawa rombongannnya, membawa banyak permata berharga melewati jalan yang berbahaya. Salah seorang dari mereka berkata, “ Putra-putra yang berbudi, janganlah takut! Kalian seharusnya dengan sepenuh hati memanjatkan nama Avalokiteshvara Bodhisatva. Maka Bodhisattva melindungi dan mengaruniakan Daya “Abhayanda”. Demikianlah apabila kita menyebut nama Beliau, kalian akan selamat dari penyamun-penyamun itu.”

Setelah mendengar hal tersebut, para pedagang bersama-sama memanjatkan “Namo Avalokiteshvara Bodhisattva”. Dengan memanjatkan nama tersebut selamatlah mereka.

Wahai, Akshayamati ! Avalokiteshvara Bodhisatva Mahasattva, demikianlah Vikurvanabala yang dipancarkan Beliau.

Bila ada makhluk, diliputi dorongan nafsu birahi ( Ragah ) dengan tekun merenungkan dan memuja Avalokiteshvara Bodhisattva. Mereka akan terbebas dari nafsu birahinya.

Jika diliputi oleh kebencian dengan tekun merenungkan dan memuja Avalokiteshvara Bodhisattva , mereka akan terbebas dari kebencian.

Jika diliputi oleh kebodohan batin ( Moha ), dengan tekun merenungkan dan memanjatkan nama Avalokiteshvara Bodhisattva. Mereka akan terbebas dari kebodohan batin.

Wahai, Akshayamati ! Avalokiteshvara Bodhisattva memilik Vikurvanabala yang demikian besar manfaatnya. Oleh karenanya, hendaklah para umat selalu merenung kepada-Nya.

Apabila ada seorang wanita menginginkan anak laki-laki dan ia selalu memuja Avalokiteshvara Bodhisatva, maka ia akan memperoleh seorang putera yang memiliki kebajikan dan kebijakan.

Jika ia menginginkan seorang anak perempuan, maka ia akan memperoleh seorang anak perempuan yang berbudi. Akar-akar kebajikannya telah bertunas pada masa yang kampau sehingga dikasihi semua orang.

Demikianlah, Akshayamati, Kekuasaan Avalokiteshvara Bodhisattva.

Bila para umat, memuja dengan iklas dan jujur pada Avalokiteshvara Bodhisatva, maka hasilnya tidak akan sia-sia. Oleh karena itu para umat harus menghayati dan memuliakan nama Avalokiteshvara Bodhisattva.

Wahai Akshayamati ! Seandainya ada seorang yang memuja nama Bodhisatva sebanyak 62 koti butiran pasir Sungai Gangga dan sepanjang hidupnya mempersembahkan makanan, minuman, jubah, perabotan, obat-obatan, betapa besar dalam pikiranmu timbunan amal jasa putera maupun puteri yang berbudi tersebut."


Akshayamati menjawab : Sangat banyak, O Lokanantha.

Buddha melanjutkan : "Jika ada seseorang selalu memuja nama Avalokiteshvara Bodhisatva, meskipun hanya sekejap, menghormat dan mempersembahkannya. Maka timbunan amal jasa yang dihasilkan kedua orang itu adalah sebanding. Besar amal jasa keduanya tak mudah habis walaupun dalam masa ratusan ribu koti kalpa.

Wahai Akshayamati, selalu memuja nama Avalokiteshvara Bodhisatva akan memperoleh karunia yang tak terhingga yang tak terbatas.


Bodhisattva Akshayamati bertanya kembali kepada Buddha :"O Lokanantha! Avalokiteshvara Bodhisatva, bagaimana berkelana di alam semesta ini dan bagaimana Beliau membabarkan Dharma kepada semua makhluk dan apakah tingkat kecakapan yang dimilikinya.

Buddha menjawab pertanyaan Bodhisattva Akshayamati :"Putra berbudi, jika para umat di suatu alam akan diselamatkan dengan tubuh seorang Buddha. Avalokiteshvara Bodhisattva akan menampakkan diri dan mengkhotbahkan Dharma dengan wujud seorang Buddha. Jika kepada mereka harus diselamatkan dengan tubuh seseorang Pratekya Buddha, Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Pratekya Buddha.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Sravaka, Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Sravaka.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Brahma, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan tubuh seorang Brahma.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Sakra, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan tubuh seorang Sakra.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Isvara, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Isvara.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Mahesvara, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Mahesvara.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Senapati, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Senapati.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Vaisravana, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan tubuh Vaisravana. Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Culla Cakravarti, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan tubuh seorang Culla Cakravarti.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Sresthi, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan tubuh seorang Sreshti.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Ghra Pati, maka Beliau mengajatkan Dharma dengan wujud seorang Ghra Pati.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Naigama, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Naigama.

Jika mereka harus Ia selamatkan denga tubuh seorang Brahmana, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Brahmana.

Jika mereka harus Ia selamatkan denga tubuh seorang Bhiksu-Bhiksuni, Upasaka-Upasika, maka Belia mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Bhiksu-Bhiksuni, Upasaka-Upasika.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Isteri dari Ghra Pati Kula Pati, Naigama, atau Brahmana, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang wanita.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Kumara dan Kumari, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Kumara-Kumari.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Dewa, Naga, Yaksa, Gandharva, Asura, Garuda, Kinnara, Mahoraga, Manusia dan makhluk bukan manusia. Maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud Dewa, Naga, Yaksa, Gandharva, Asura, Garuda, Kinnara, Mahoraga, Manusia dan makhluk bukan manusia.

Jika mereka harus Ia selamatkan dengan tubuh seorang Dewa Vajra Pani, maka Beliau mengajarkan Dharma dengan wujud seorang Dewa Vajra Pani.

Wahai Akshayamati ! Adalah Avalokiteshvara Bodhisattva yang menghasilkan Pahala yang demikian agung. Dalam berbagai rupa muncul di alam semesta menyelamatkan semua makhluk. Oleh karena itu, dengan sepenuh hatimu muliakanlah Avalokiteshvara Bodhisattva.

Adalah Avalokiteshvara Bodhisattva mampu membuat para umat yang berada dalam kecemasan dan ketakutan menjadi berani. Oleh sebab itu dalam dunia Saha ini menamakannya “Abhayandah”.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.